SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Kabupaten Manggarai Kekurangan Tenaga PPL

Iklan

 


FEC Media
22 Apr 2021, 23.12 WIB
Headline

Kabupaten Manggarai Kekurangan Tenaga PPL

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai, Yoseph Mantara. (Foto: Prokopim)


Manggarai, Floreseditorial.com - Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) merupakan salah satu faktor utama pendukung ketahanan pangan masyarakat. 


Demikian disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Manggarai, Heribertus Ngabut, saat membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) dengan PPL Dinas Pertanian se-Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertempat di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai, Kamis (22/4/2021).


"Siapa bilang jadi PPL, jadi pengamat hama, adalah sebuah panggilan kelas dua atau kelas tiga. Tidak. Kita (PPL) adalah baris terdepan untuk sebuah pertaruhan kehidupan melalui bidang pertanian. Keberlangsungan hidup rakyat Manggarai juga sangat ditentukan oleh kita," ungkap Wabup Heri.


Di tengah situasi Pandemi Covid-19 serta keterbatasan anggaran, Wabup Heri, berpesan agar PPL tetap menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab. Di lain pihak, Wabup Heri, juga mengajak para PPL untuk berinovasi, baik dalam upaya mengatasi hama tanaman maupun kelangkaan pupuk yang saat ini sedang terjadi. 


Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Manggarai, Yoseph Mantara, memaparkan kondisi terkini yang dihadapi para PPL.


"Jumlah PPL hingga April 2021 sebanyak 101 orang. Dari total tersebut, tiga orang bertugas di tingkat kabupaten sebagai Kelompok Jabatan Fungsional (KJP), dan 12 orang bertugas sebagai Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Dari rincian tersebut, total PPL yang benar-benar bertugas di desa sebanyak 86 orang, sedangkan jumlah desa atau kelurahan yang ada sebanyak 171," papar Yoseph.


Ia menerangkan, untuk wilayah binaan yang ditangani PPL, dirinci sebagai berikut; PPL yang menangani satu desa sebanyak 27 orang, PPL yang menangani dua desa sebanyak 41 orang, PPL yang menangani tiga desa sebanyak 13 orang, dan PPL yang menangani empat desa sebanyak lima orang. 


"Menurut amanat UU Nomor 16 Tahun 2006, satu PPL harus menangani satu desa. Apabila merujuk peraturan tersebut, maka Kabupaten Manggarai masih membutuhkan tambahan 85 orang PPL," bebernya. 


Ia menambahkan, sementara untuk Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), jumlah yang ada sebanyak 17 orang, yang tersebar di 12 kecamatan.


"Idealnya satu kecamatan ditangani oleh dua orang POPT, sehingga kekurangan POPT sebanyak tujuh orang," tukasnya.