Iklan

Valerius Isnoho
27 Apr 2021, 18.08 WIB
News

Kepala BKKBN RI Kunker di Kabupaten Manggarai

 

Kepala BKKBN Republik Indonesia saat melakukan foto bersama dengan Dinas P2KBP3A Kabupaten Manggarai. (Foto: Valerius Isnoho)


Manggarai, Floreseditorial.com - Dalam rangka upaya percepatan penurunan stunting serta peningkatan pelaksanaan program bangga kencana, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia (RI) melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (27/4/2021).


Rombongan BKKBN RI yang saat itu hadir dan didampingi Petugas BKKBN NTT, Marianus Maukuru, tiba di Aula Kantor Bupati Manggarai sekitar pukul 9.30 WITA dan diterima secara Adat Manggarai.


Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo, dalam sambutannya, menyampaikam rasa terima kasih atas sambutan kehormatan yang mereka terima. Ia berharap, kesehatan dan berkat juga meliputi segenap Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai.


Mantan Bupati Kulon Progo itu juga menyampaikan sedikit gambaran terkait kunjungan BKKBN RI ke Manggarai, yang adalah atas dasar petunjuk Presiden RI, Joko Widodo, untuk mempercepat penurunan angka stunting di NTT.


"Kami bersemangat sekali ke NTT, karena respon pemerintah yang cepat," tuturnya.


Ia juga mengutarakan beberapa hal yang sering menjadi miskonsepsi dalam masyarakat terkait masalah stunting. Seringkali, katanya, masyarakat menyimpulkan bahwa orang dengan postur tubuh pendek sebagai penderita stunting.


"Orang pendek belum tentu stunting, tapi orang stunting itu pasti pendek. Dan ada ikutannya, kemampuan intelektualnya di bawah rata-rata. Yang kedua, pada umur 45 tahun ke atas, penderita stunting itu cenderung central obese," jelasnya meluruskan beberapa miskonsepsi itu.


Hasto Wardoyo, yang juga berprofesi sebagai Dokter Spesialis Kebidanan itu, menjelaskan bahwa cara terbaik mencegah stunting adalah saat pra-konsepsi, yakni persiapan fisik dan mental pasangan suami istri (pasutri). Selain itu, asupan nutrisi calon Ibu juga perlu diperhatikan. 


Selain itu, Hasto, menyampaikan pujiannya kepada NTT, karena dalam pantauannya nampak hijau dan subur.


"Di sini, tongkat, kayu, dan batu jadi tanaman," ucapnya.


Menutup sambutannya, Ia meminta maaf apabila dalam agenda Kunker tersebut banyak hal yang kurang berkenan. Hasto berharap, BKKBN dapa bekerja sama dengan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Manggarai beserta Jajaran Pemda Kabupaten Manggarai, dalam menjalankan program-program yang dibidangi BKKBN.


Pantauan media usai melakukan Kunker, Kepala BKKBN RI bergerak menuju Istana Keuskupan Ruteng.