SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Kisruh Listrik di Lamba Leda Selatan, Begini Penjelasan PT. Crisna Pratama Teknik Perwakilan Ruteng

Iklan

 


Pankrasius Y. Gandung| <br>Penulis<br>
17 Apr 2021, 14.45 WIB
News

Kisruh Listrik di Lamba Leda Selatan, Begini Penjelasan PT. Crisna Pratama Teknik Perwakilan Ruteng

Sejumlah warga Mbelar, Kabupaten Matim, saat mendatangi Kantor PT. Crisna Pratama Teknik Perwakilan Ruteng, Senin (12/4/2021). (Foto: Pankra Yoris)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com
- PT Crisna Pratama Teknik Perwakilan Ruteng, Kabupaten Manggarai, akhirnya menyelesikan proses administrasi pengadaan meteran listrik warga Mbelar, Kelurahan Bangka Leleng, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT).


Hal tersebut disapaikan Penanggung Jawab PT. Crisna Pratama Teknik Perwakilan Ruteng, Yuventinus, kepada media ini, Sabtu (17/4/2021).


"Kami telah menyelesaikan proses administrasi pengadaan meteran listrik warga Manggarai Timur, dan itu dibuktikan dengan struk non tagihan listrik yang dikeluarkan oleh pihak Bank Negara Indonesia (BNI). Dalam struk tersebut pula, lengkap dengan nomor registrasi serta nama pelanggan," papar Yuven.


Ia menyampaikan, untuk pemasangan meteran sendiri, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN), terkait pengadaan meteran listrik. 


"Hal itu merupakan hak PLN. Jadi kita tunggu konfirmasi dari pihak PLN dulu," tambahnya.


Diberitakan media ini sebelumnya, sejumlah warga asal Kampung Mbelar, mendatangi Kantor PT. Crisna Pratama Teknik Perwakilan Ruteng yang beralamat di Jl. Merak, Kelurahan Watu, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, pada Senin (12/4/2021) lalu.


Kedatangan sejumlah warga tersebut, ingin menanyakan kejelasan terkait meteran listrik yang telah mereka bayar pada tahun 2019 silam, namun hingga saat ini belum terpasang.


"Kedatangan kami ke Kantor PT. Crisna Pratama Teknik ini, untuk menanyakan kejelasan tentang meteran listrik yang telah kami lunasi sejak tahun 2019 silam," ungkap Andreas Mat, salah satu perwakilan warga, kepada media floreseditorial.com, Senin (12/4/2021).


Ia menjelaskan, saat itu, pihak PT penyedia jasa instalatir, kontraktor, dan leveransi itu mendatangi rumah warga di Kampung Mbelar, untuk melakukan sosialisasi terkait pemasangan meteran listrik. 


"Setelah sosialisasi, saya sebagai Ketua, melakukan koordinasi dengan 44 Kepala Keluarga (KK) yang berada di Kampung Mbelar, yang hendak membeli meteran tersebut dengan harga Rp3.000.000,00/unit meteran dengan daya 900 Kwh," papar Andreas.


Ia menambahkan, pembayaran dilakukan sebanyak delapan kali angsuran, dengan nominal pembayaran bervariasi.


"Sebanyak 44 KK telah lunas melakukan pembayaran, namun yang terpasang hanya 33 unit meteran untuk 33 KK. Sementara 11 KK lainnya, hingga saat ini belum mendapat pemasangan meteran tersebut," bebernya. 


Senada, warga lainnya, LD, menyampaikan, di rumahnya telah dilakukan instalasi listrik, namun hingga sekarang belum terpasang meteran.


"Instalasi tersebut sudah sejak 2019, saat pihak PT melakukan instalasi secara menyeluruh. Yang lain, setelah instalasi langsung pasang meteran, namun kami punya belum hingga sekarang," jelas LD.