Iklan

Ignasius Tulus
3 Apr 2021, 19.08 WIB
Headline

Kunker Ke Kupang, PMKRI Desak Kapolri Copot Kapolres Manggarai Barat

Spanduk desakan agar Kapolri segera mencopot Kapolres Manggarai Barat. (Foto: Ignas Tulus)


Kupang, Floreseditorial.com—Sejumlah Aktivis pada Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Listyo Sigit Prabowo agar segera Mencopot Kepala Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat (Mabar), Bambang Hari Wibowo dari jabatannya.


Desakan itu disampaikan Aktivis PMKRI Kupang saat Kapolri Sigit Prabowo berkunjung Ke Markas Besar (Mabes) Kepolisian Daerah (Polda), Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang, Sabtu (3/4/2021).


Presidium PMKRI Cabang Kupang, Alfred Saunoaf mengatakan tindakan Kapolres Manggarai Barat, Bambang Hari Wibowo yang diduga telah mengintimidasi Presidium PMKRI Cabang Ruteng, Herry Mandela beberapa waktu lalu sangat tidak mencerminkan sisi humanis dari Isnstitusi Kepolisian.


"Justru tindakan yang tersebut mencederai nama intitusi kepolisian itu sendiri," ujar Alfred.


Senada dengan Alfred, Presidium Pendidikan dan Kaderisasi (PPK) PMKRI Kupang, Robert Dagul kepada Floreseditorial.com juga menjelaskan, desakan agar Kapolres Mabar harus segera dicopot dari jabatannya karena diduga telah melakukan Intimidasi terhadap Presidium PMKRI Cabang Ruteng, Herry Mandela beberapa waktu lalu.


Menurut Robert, dugaan pemaksaan yang dilakukan Kapolres Mabar, Bambang Hari Wibowo agar Presidium PMKRI Ruteng, Herry Mandela membuat video permintaan maaf telah mencoreng simbol organisasi dan nama baik institusi PMKRI.


“Ini dugaan tindakan yang sangat tidak terpuji yang dilakukaan oleh Kapolres Mabar terhadap simbol organisasi dan nama baik lemabaga PMKRI sendiri, maka kedatangan kapolri kiranya membawa sinyal baik untuk segera mencopot Kapolres Mabar dari jabatannya”.Tegas Robert.


Untuk diketahui, Video berdurasi 0:48 detik yang berisikan Permintaan maaf dari Presidium PMKRI Ruteng, Herry Mandela terhadap Isntitusi Kepolisian kini telah menjadi buah bibir warganet.


Video tersebut dibuat saat Ketua PMKRI Ruteng, Herry Mandela bersama beberapa aktivis PMKRI lainnya mendatangi Polres Mabar, di Labuan Bajo untuk mendiskusikan prihal keamanan menjelang hari raya paksah.


Belakangan, berdasarkan rilis dari PMKRI Ruteng, video permintaan maaf itu terpaksa dilakukan oleh Herry Mandela lantas Kapolres Manggarai Barat, Bambang Hari Wibowo memaksanya. 


Dituliskan dalam rilis itu, jika Herry Mandela tidak membuat video permintaan maaf, maka pihak kepolisian di Polres Mabar langsung menahannya di Sel Tahanan Polres Mabar.


Herry Mandela diduga dipaksakan membuat video permintaan maaf karena dirinya telah memberikan pernyataan ke beberapa media online yang oleh pihak Kepolisian Mabar menilai pernyataan Herry Manedela telah mencoreng nama baik Institusi Polri dan TNI.