Iklan

FEC Media
14 Apr 2021, 13.58 WIB
Headline

Management BRI KCP Borong Diduga Amburadul

Ilustrasi BRI KCP Borong. (Foto: Dok. FEC Media)



Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Anda salah satu Debitur di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT)? Mungkin ada baiknya Anda lebih berhati-hati. Pasalnya, Pegawai BRI KCP Borong mengancam akan memviralkan nama debitur ke media sosial (medsos).


Tak hanya itu, privasi Anda juga mungkin akan terganggu, karena isi rumah Anda akan divideokan oleh Pegawai BRI KCP Borong, saat menagih angsuran kredit ke rumah Anda.


Kejadian itu dialami Camat Rana Mese, Kabupaten Matim, Maria Anjelina Teme, yang diancam akan diviralkan namanya melalui medsos jika tidak segera mengangsur kreditnya di BRI KCP Borong.


Selain itu, isi rumah kediaman Camat Rana Mese itupun turut divideokan oleh oknum Pegawai BRI KCP Borong yang diketahui bernama, Karolina Tuti Juita, saat mendatangi Rumah Jabatan (Rujab) Camat Rana Mese itu, pada Rabu (31/3/2021) lalu.


Kepada floreseditorial.com, Marsianus Makmur, suami Maria Anjelina Teme, menjelaskan, pada Rabu (31/3/2021) lalu sekitar pukul 19.00 WITA, Karolina Tuti Juita beserta Security BRI KCP Borong, mendatangi Rujab Camat Rana Mese di Desa Watu Mori, Kecamatan Rana Mese. 


“Dalam peristiwa itu, kedua Pegawai BRI itu serta merta memasuki rumah kami, sambil menanyakan tentang cicilan angsuran kredit bulan Maret 2021, apakah sudah dibayar/disetor. Salah seorang di antaranya yakni, Sdri. Karolina Tuti Juita, mengancungkan handphone untuk merekam/menyadap percakapan antar dirinya dengan istri saya,” jelas Marsianus.


Ia menceritakan, pada saat itu, terjadi pertengkaran hebat. Oknum Pegawai Bank, Karolina, berasumsi bahwa istrinya, Camat Rana Mese, belum melaksanakan kewajiban untuk mengangsur di bank.


“Faktanya, pada sore hari, istri saya mendelegasikan Staff untuk membayar kewajiban mengangsur, yang sudah terealisasi tanggal 31 Maret 2021. Hal itu dibuktikan dengan rekening koran yang sudah kami pegang salinannya,” katanya.


Namun, penjelasan Camat Rana Mese itu sebagai nasabah BRI KCP Borong, tidak didengar oleh oknum Pegawai BRI itu.


“Nama Camat Rana Mese bahkan diancam akan diviralkan melalui medsos. Padahal, tidak ada tunggakan sepeserpun atas kewajiban kami sebagai nasabah, karena semua pembayaran sudah dilakukan di tanggal 31 Maret 2021,” ungkap Anggota Bara JP NTT itu.


Marsianus menyampaikan, akibat peristiwa itu, istrinya merasa terusik dan terintimidasi.


“Dari kejadian itu, pertengkaran tidak bisa dielakkan. Yang lebih ironis dan memalukan, Pegawai BRI KCP Borong itu bahkan menggunakan handphone untuk merekam dan menyadap pertengkaran tersebut. Tentu saja istri saya mempersoalkan mengapa harus direkam. Karena seyogyanya, Sdri. Karolina, tidak boleh menyadap atau merekam tanpa izin pemilik rumah, karena hal itu mengganggu privasi,” tegasnya.


Ia menuturkan, berulang kali Camat Rana Mese itu menyuruh dua oknum Pegawai BRI KCP Borong itu agar pulang, karena merasa bahwa kewajibannya sebagai Debitur sudah terlaksana. Namun, hal itu tidak ditanggapi, bahkan oknum Pegawai Bank itu terus menerus memancing pertengkaran, dengan terus merekam/menyadap menggunakan handphone.


“Kejadian itupun menyulut kemarahan anak-anak saya, atas sikap dan tindakan premanisme brutal yang dilakukan, Sdri. Karolina, karena mengganggu hak dalam berumah tangga. Saya sebagai kepala rumah tangga, sebagai suami dari Ibu Camat Rana Mese, mencoba melerai pertengkaran tersebut dan mengusir Sdri. Karolina dan Security BRI itu. Namun, Sdri. Karolina, tetap meladeni pertengkaran tersebut sampai masuk ke dalam mobil,” bebernya.


Marsianus Makmur, sangat menyayangkan tindakan Pegawai BRI KCP Borong itu, yang terkesan barbar dan tidak menerapkan SOP sebagian mestinya.


“Padahal, istri saya seorang Pegawai Negari Sipil (PNS). Tinggal datangi bagian keuangan kabupaten, potong gajinya kalau memang Ia tidak mengangsur. Yang punya gaji saja kalian perlakukan begini, apalagi rakyat kecil," tegas Marsianus.


Menurutnya, Management BRI KCP Borong sangat amburadul, dan tindakan tersebut menunjukkan premanisme yang seharusnya tidak dilakukan sebuah perusahaan.


"Kewajiban kami  telah dibayar sesuai waktu yang ditentukan, namun mereka datang menagih layaknya seorang preman yang masuk ke dalam rumah orang, apalagi sampai menyadap seisi rumah tanpa etika yang baik," tukasnya geram.


Ia menegaskan, atas tindakan oknum Pegawai BRI KCP Borong itu, pihaknya telah melayangkan surat pengaduan kepada otoritas BRI di Jakarta.


Dihubungi terpisah, Kepala BRI KCP Borong, Yus, membenarkan perihal, Karolina Tuti Juita, yang merupakan Pegawai BRI KCP Borong.


Ia menyampaikan, peristiwa tersebut saat ini sudah ditangani pihak Kepolisian Resor (Polres) Matim.


“Laporan itu atas nama pribadi, bukan atas nama BRI. Bapak bisa konfirmasi saja ke Polres,” kata Yus kepada Wartawan.