SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Mandi Terapi Berujung Maut, Kakek di Matim Tewas di Pantai Mbolata

Iklan

 


FEC Media
26 Apr 2021, 13.35 WIB
Headline

Mandi Terapi Berujung Maut, Kakek di Matim Tewas di Pantai Mbolata

Ilustrasi (Pixabay)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Haji Safrudin (72), warga Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) tenggelam pada kedalaman 2,5 meter di Pantai Mbolata, Kelurahan Watu Nggene, Minggu (25/4/2021) pagi.


Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kota Komba, Iptu Ketut Kantun, dalam rilis yang diterima media ini, Minggu (25/4/2021) malam, menyampaikan, kejadian itu bermula ketika, Haji Safrudin, mengajak salah satu cucunya, Muhammad Abdul Ghofur Meka (11), untuk mandi terapi di Pantai Mbolata, karena memiliki riwayat sakit jantung.


"Setelah sampai di Mbolata, korban mandi bersama cucunya dan menyelam sebagaimana biasanya orang mandi pada umumnya," tulis Ketut, dalam rilis tersebut. 


Namun, lanjut Ketut, setelah beberapa menit menyelam, Safrudin, tak kuncung muncul di permukaa. Muhammad Abdul, kemudian meminta pertolongan, Makarius Fono, salah satu warga yang saat itu ada di sekitar lokasi kejadian.


"Saudara Makarius, langsung berenang untuk menolong korban yang pada saat itu sudah terapung. Ia membawa korban ke pinggir pantai untuk dilakukan pertolongan pertama, sambil meminta tolong kepada beberapa masyarakat yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian untuk mencarikan kendaraan," tulisnya lagi.


Ia menambahkan, tepat pukul 08.15 WITA, korban dilarikan ke Puskemas Waelengga, untuk dilakukan pertolongan medis. Akan tetapi, korban sudah dinyatakan meninggal dunia. 


"Dari baket yang didapat, kemungkinan sakit jantung korban saat berenang kambuh, dan korban tidak bisa bergerak, sehingga mengakibatkan korban tenggelam," terang Ketut.


Ia menyampaikan, keluarga menerima peristiwa itu dengan lapang dada, dan keluarga menolak untuk dilakukan visum dan otopsi terhadap korban.


Saat ini, keluarga korban belum memastikan kapan korban akan dikubur, karena istri dan anak korban masih dalam perjalanan dari Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).


"Pada saat ini, korban di semayamkan di rumahnya," tutupnya.