Iklan

Ignasius Tulus
14 Apr 2021, 20.18 WIB
Bencana NTTNews

Pasca Badai Seroja, Ammara Bantu DLHK Kota Kupang Bersihkan Sampah di Pinggiran Jalan

Anggota Ammara Kupang saat membersihkan sampah-sampah di pinggir jalan di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT. (Foto: Ignas Tulus)


Kupang, Floreseditorial.com - Pasca terjadinya Badai Seroja di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu, Aliansi Mahasiswa Manggarai Raya (Ammara) Kupang yang terdiri dari beberapa organisasi kepemudaan lintas Manggarai, turut ambil bagian membantu Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kupang, untuk membersihkan sejumlah sampah yang masih menumpuk di pinggir jalan, pada Rabu (14/4/2021).


Pantauan Wartawan di lokasi, puluhan Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan aksi sosial itu tiba di lokasi kegiatan tepatnya di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, sekitar pukul 14.00 WITA.


Koordinator Lapangan Kegiatan, Yakobus Brino, kepada media ini, mengatakan, kegiatan yang dilakukan Ammara Kupang itu merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, terutama pasca terjadinya bencana alam di wilayah tersebut.


Yakobus menjelaskan, dalam pelaksanaan pembersihan sampah-sampah di pinggiran jalan tersebut, pihaknya mengalami kendala khususnya berkaitan dengan armada untuk mengangkut sampah-sampah yang sudah dikumpulkan.


"Mungkin masih ada keberatan ataupun halangan dari Dinas LHK Kota Kupang tidak antusias menerima kita untuk melaksanakan ini," ujar Yakobus.


Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kecamatan Kelapa Lima, Lasarus Lusi, yang juga hadir dalam kegiatan itu, mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan dampak yang ditimbulkan akibat Badai Seroja yang menerjang Kota Kupang dan beberapa wilayah lainnya di NTT.


"Kita sangat prihatin, sehingga kita bekerja sama dengan RT/RW dan pihak Kelurahan, sehingga hari ini kita mengakomodir Mahasiswa Manggarai untuk sama-sama membersihkan sampah di lokasi ini," ujar Lasarus kepada Wartawan.


Ia mengatakan, pihaknya selama ini terus berkoordinasi dengan pihak Dinas LHK Kota Kupang, guna mempercepat penanganan pembersihan sampah-sampah yang ada di Ibu Kota Provinsi NTT itu.


Namun menurutnya, armada yang disiapkan pihak Dinas LHK Kota mengalami keterbatasan jumlah, sehingga tidak mampu mengatasi sampah-sampah dengan waktu yang cepat.


"Kita tetap mengambil sikap sendiri untuk mengantisipasi membantu memperlancar penanganan bencana alam ini," tambahnya.


Kepada Mahasiswa Manggarai, Lasarus mengatakan, pihaknya tentu berterima kasih karena sudah peduli dengan kebersihkan Kota Kupang pasca terjadinya bencana alam.


Senada dengan itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLHK Kota Kupang, Yufens Dribe, mengatakan, penanganan sampah-sampah di Kota Kupang akan membutuhkan waktu yang sangat lama apabila hanya dibebankan kepada Dinas terkait.


"Tapi dengan adanya partisipasi dari warga dan Mahasiswa seperti ini, kita berharap wilayah-wilayah yang terdampak sedikit demi sedikit bisa kita bersihkan," ujar Yufens di lokasi.


Ia menambahkan, selama ini pihaknya terus berkeliling Kota Kupang untuk membersihkan sampah-sampah yang masih menumpuk di pinggiran jalan.


Menurutnya, musibah yang terjadi di wilayah NTT khususnya di Kota Kupang, merupakan musibah yang sangat luar biasa. Oleh karena itu, lanjut Yufens, untuk penanganannya tentu pihaknya juga sangat membutuhkan bantuan dari berbagai pihak.


"Kita apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya terhadap Pak Camat, Pak Lurah, yang sore hari ini sudah mengkondisikan warganya untuk terlibat bersama-sama Mahasiswa Manggarai Raya dalam membantu pembersihan sampah di wilayah kota ini," tukasnya.