SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Pemda Manggarai Teken MoU dengan BPOPLBF

Iklan

 


FEC Media
20 Apr 2021, 21.33 WIB
Headline

Pemda Manggarai Teken MoU dengan BPOPLBF

Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai melakukan penandatanganan MoU dengan Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (Foto: Prokopim)


Manggarai, Floreseditorial.com - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai melakukan penandatanganan MoU dengan Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BPOPLBF), dilakukan oleh Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, dengan Direktur Utama BPOPLBF, Shana Fatina, bertempat di Ruang Tamu Keuskupan Ruteng, Selasa (20/4/2021).


MoU tersebut merupakan bentuk kesepakatan formal antara Pemda Kabupaten Manggarai dengan BPOPLBF, dalam rangka percepatan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Manggarai. Sementara untuk kesepakatan teknis, akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama yang akan ditandatangani di waktu berikutnya.


Dalam Jumpa Pers, Bupati Hery, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan puncak dari diskusi-diskusi yang sudah terbangun sebelumnya.


"Saling pemahaman itu sudah ada, diskusi-diskusi sudah terbangun, yang kemudian berpuncak pada hari ini, dalam penandatangan kesepahaman mengenai percepatan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Manggarai. Harapannya, setelah kesamaan pemahaman ini, kemudian kita akan maju kepada perjanjian kerja sama. Di situ nanti akan lebih detail, apa-apa yang harus dilakukan oleh Pemda Kabupaten Manggarai, dan apa-apa yang harus dilakukan oleh BPOPLBG, dalam rangka mendukung kami Pemda Kabupaten Manggarai," ungkap Bupati Hery.


Ia menjelaskan, posisi BPOPLBF adalah sebagai pendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Menurunya, hal tersebut perlu dijelaskan, agar tidak terjadi kesalahpahaman dikemudian hari.


"Jadi, dalam hal ini, kami harus sampaikan bahwa yang melaksanakan semuanya, yang ada di depan adalah tetap Pemda Kabupaten Manggarai, tetap masyarakat Manggarai. BPOPLBF tetap di belakang untuk mendukung kita semua. Saya kira ini perlu saya sampaikan, supaya jangan ada pemahaman yang berbeda-beda mengenai adanya perjanjian kerja sama maupun kesepakatan pada hari ini," tegas Hery.


Bupati Hery, menambahkan, pihaknya berterima kasih dan mengapresiasi BPOPLBF yang sudah mau membantu pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Manggarai. 


Sementara itu, Direktur Utama BPOPLBF, Shana Fatina, menjelaskan, peran mereka adalah mendukung pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif terintegrasi, yang sejalan dengan misi pemerintah pusat.


"Pada dasarnya, kami dari BPOPLBF siap mendukung, karena tentunya ini sejalan dengan misi pemerintah pusat, untuk membangun pariwisata dan ekonomi kreatif terintegrasi yang akan menyambungkan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo dengan 11 Kabupaten. Posisi BPOPLBF adalah menjamin dan mendukung agar keautetikan Kabupaten Manggarai itu nanti bisa terfasilitasi dan menjadi warna dalam pariwisata berkualitas yang ada di Labuan Bajo Flores," pungkasnya.


𝐏𝐞𝐦𝐛𝐮𝐤𝐚𝐚𝐧 𝐁𝐢𝐦𝐭𝐞𝐤


Sebelum bertemu dalam acara penandatangan MoU, Bupati Hery, menghadiri dan membuka "Bimtek Kemitraan Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wilayah Nusantara, Asean, Australian, dan Oceania", bertempat di Aula Missio, Unika St. Paulus Ruteng.


Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, dalam sambutannya, menekankan pentingnya fokus pariwisata terhadap kemartabatan manusia. Ia berharap, jangan sampai masyarakat lokal tergerus oleh kemajuan pariwisata. Ia mengimbau, pembangunan pariwisata jangan sampai menyingkirkan spiritualitas dan nilai-nilai lokal, oleh karena nilai-nilai yang diserap dari barat. 


Dalam sambutannya, Bupati Manggarai menyampaikan gagasan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif yang lebih mendorong pada Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, untuk dapat berkreasi lebih luas.


Karenanya, Hery Nabit, berharap, meski di tengah ekonomi yang merosot akibat Pandemi Covid-19, masyarakat Manggarai harus tetap giat mempersiapkan diri dengan keterampilan-keterampilan baru, sehingga saat krisis ini selesai, sebagian besar SDM sudah cukup siap dan produktif. 


"Masyarakat ada di depan, Pemerintah mendorong dari belakang. Bila berhasil, itu adalah milik rakyat, bukan pemerintah," tuturnya.


Ia menyampaikan, fokus konsep pariwisata yang akan dibangun di Manggarai, yakni pariwisata budaya dan religi. Sehingga, nilai-nilai budaya Manggarai dan religiusitas perlu dijaga, untuk menyukseskan konsep tersebut.


Turut hadir dalam acara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Andreas Hugo Pereira, Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu, Ketua Dekranasda/TP PKK Manggarai, Meldiyanti Hagur Nabit, dan Plt. Kadis Pariwisata dan Kebudayaan, Siprianus Jamun, serta dan para Peserta Bimtek.