SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Pemda Nagekeo Bidik Peluang Pasar Labuan Bajo

Iklan

 


FEC Media
18 Apr 2021, 16.00 WIB
EkbisHeadline

Pemda Nagekeo Bidik Peluang Pasar Labuan Bajo

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do. (Foto: Biro Pers)


Manggarai Barat, Floreseditorial.com - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang gencar mendorong sektor riil dan kebutuhan dasar, untuk terlibat dalam pasar pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT.


Hal tersebut disampaikan Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, saat bersilaturahmi ke Rumah Jabatan (Rujab) Wakil Bupati (Wabup) Mabar, Minggu (18/4/2021).


“Sektor-sektor penting yang diharapkan dapat dipasok dari Kabupaten Nagekeo yakni dimulai dari pemenuhan tenaga kerja, sampai kepada bahan makanan yang dimakan. Salah satu yang menjadi harapan kami, destinasi baru Puncak Waringin menjadi etalase bersama dalam mebudayakan produk-produk lokal Nagekeo. Kedatangan silaturahmi ini sekaligus menunjukkan minat besar, dalam rangka keterlibatan yang serius dalam dunia  kepariwisataan Labuan Bajo," ungkap Bupati Don.


Bupati Mabar, Edistasius Endi, didampingi Wabup Mabar, dr. Yulianus Weng, yang menerima kunjungan silaturahmi itu, menyampaikan, sejumlah rencana Bupati Nagekeo tersebut akan menjadi modal bagi daerah.


“Modal yang dimaksudkan adalah kekuatan bersama, untuk menjawab segala peluang dan tantangan dunia pariwisata Labuan Bajo,” kata Bupati Edi Endi.


Menurutnya, Labuan Bajo sebagai miniatur NTT dan negeri ini, diharapkan mampu menjadi keterwakilan semua kabupaten di NTT, dalam menggerakkan semua sektor dunia usaha berbasis pariwisata.


"Labuan Bajo telah menyandang banyak gelar dan label, mulai dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sampai pada Kota Premium Pariwisata, sehingga menjadi konsentrasi Pemerintah Pusat dan Provisi untuk membangun dan memperbaiki sarana prasarana dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Labuan Bajo juga sebagai pintu masuk untuk orang Flores, dan Labuan Bajo terbuka untuk siapa saja apalagi untuk saudara kita dari Nagekeo," paparnya.


Ia menyampaikan, hasil pertanian dan industri pariwisata tentu bisa disilangkan untuk kemajuan daerah bersama.


"Untuk hal tersebut, jika perlu dibuat MoU antar Pemerintah Daerah. Tentunya kami berharap agar  produk-produk hasil pertanian dari Kabupaten Nagekeo harus mempunyai ciri khas tersendiri/khusus, sebagai contoh bahwa produk-produk tersebut tidak menggunakan bahan kimia, dll. Kabupaten ini tidak akan pernah malu untuk belajar ke Nagekeo, apabila berhasil mengembangkan produk pertanian yang lebih baik," tegas Bupati Mabar.


Ia menambahkan, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) harus menjadi mediator yang baik dalam menghubungkan produk Nagekeo dan Manggarai Barat, untuk bersinergi dengan baik dalam meningkatkan mutu produk yang berkualitas di dua daerah itu.


Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Ketua Dekranasda Kabupaten Nagekeo, Kadis Perindag Kabupaten Nagekeo, Ketua Dekranasda Kabupaten Mabar, Trince Yuni, Wakil Ketua Dekranasda Mabar, Maria Valentina Meli, Direktur Perumda Bidadari, Weri Tan, dan Direktur BPOLBF, Shana Fatina.