SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Pemprov NTT Apresiasi Para Pemberi Bantuan bagi Penyintas Badai Seroja

Iklan

 


FEC Media
16 Apr 2021, 21.25 WIB
Bencana NTTHeadline

Pemprov NTT Apresiasi Para Pemberi Bantuan bagi Penyintas Badai Seroja

Keterangan Pers di Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Alam Siklon Tropis Seroja Provinsi NTT. (Foto: Humas Pemprov NTT)


Kupang, Floreseditorial.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu, mengapresiasi semua pihak yang telah memberikan bantuan bagi para korban bencana alam Badai Siklon Tropis Seroja, yang terjadi di NTT beberapa waktu lalu.


"Terima kasih kepada para pemberi bantuan dari seluruh penjuru tanah air, baik perorangan atau lembaga, pihak pemerintah atau non pemerintah, yang sudah mengirimkan bantuan untuk meringankan beban masyarakat provinsi NTT yang terkena bencana,” kata Jelamu, saat memberikan Keterangan Pers di Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Alam Siklon Tropis Seroja Provinsi NTT, di Aula El Tari, Jumat (16/4/2021).


Ia menyampaikan, hal tersebut tentunya dapat memberikan semangat dan optimisme, bagi masyarakat yang terdampak secara sosial ekonomi akibat bencana tersebut.


"Ini bukti bahwa masyarakat NTT tidak sendirian dalam situasi bencana. Semoga solidaritas kita yang begitu besar terus dipertahankan, agar dapat menciptakan kenyamanan bagi kita semua," ungkapnya.


Marius juga mengapresiasi Pemerintah Pusat, dalam hal ini Presiden, Jajaran Kementerian, BNPB serta TNI dan Polri. 


"Terima kasih atas perhatian Bapak Presiden, para Menteri serta BNPB, juga TNI dan Polri yang mengirimkan ratusan Personel, dan saat ini masih juga berada di lapangan untuk terus mencari para korban yang hilang dan mengatasi kerusakan dan dampak bencana," paparnya.


Ia menambahkan, Pemprov NTT bersama BNPB dan Jajaran Kementerian, kini sedang berkoordinasi untuk mendesain kembali kebijakan-kebijakan pembangunan yang akan diimplementasikan di tahun mendatang, terkait dampak sosial ekonomi akibat bencana.


"Kami juga meminta pada Pemerintah Kabupaten yang terdampak bencana, untuk mengirim data kerusakan rumah penduduk by name by adress dengan nomor KK dan nomor KTP, dari para korban yang rumahnya mengalami kerusakan untuk dikirim ke BNPB pusat, sehingga bisa diverifikasi untuk menerima bantuan," tukasnya.


Sementara itu, data terakhir dampak korban jiwa dan kerusakan akibat bencana alam Siklon Tropis Seroja per 16 April 2021 pukul 16.00 WITA diantaranya, 181 orang meninggal dunia, 47 orang dinyatakan hilang, 225 orang luka-luka, 58.914 orang telah mengungsi, rumah rusak berat 14.862 unit, rumah rusak sedang 12.865 unit, rumah rusak ringan 43.069 unit, dan 70.796 unit rumah terdampak, serta fasilitas umum yang terdampak sejumlah 2.927 unit.