Iklan

FEC Media
16 Apr 2021, 14.45 WIB
News

Pengidap Kanker Mulut di Matim dalam Penanganan Puskesmas Borong

Sovia Onas saat dirawat di Puskesmas Borong. (Foto: FEC Media)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Sovia Onas (58), janda pengidap kanker mulut asal Kampung Watu Lambur, Desa Bea Ngencung, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya dilarikan ke Puskesmas Borong karena kanker pada mulutnya terus mengeluarkan darah, pada Jumat (16/4/2021).


Terpantau media di Puskesmas Borong, Sovia Onas, didampingi kedua anaknya yakni, Siprianus Baru dan Yuvensius Lagul, berada di Loket Puskesmas Borong dalam pendampingan Kepala Puskesmas (Kapus) Borong, menuju Ruang Unit Gawat Darurat (UGD) untuk mendapat tindakan medis.


Kepada media, dr. Hilde Siba, yang menangani Sovia Onas, mengatakan, pasien telah mendapat tindakan medis berupa pembersihan darah di bagian kanker. 


"Saat ini kita masih tangani. Kondisi saat ini, Mama Sovia, mengalami kesulitan untuk makan. Direkomendasikan untuk makan bubur. Kita akan lanjut dengan memeriksa darah dan menunggu perkembangan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Ben Mboi Ruteng," jelas dr. Hilde.


Sementara itu, Yosefina Nirma selaku Kepala Puskesmas Borong mengatakan bahwa Mama Sovia Panas mendapatkan pelayanan berupa pasien BPJS. Nanti rujukan dan Ambulan juga gratis. 


"Mama Sovia itu pasien yang ditangani BPJS tentunya tidak ada biaya termasuk rujukan menuju Ruteng untuk mendapat perawatan dan pengobatan kanker yang dialaminya," terangnya. 


Sementara itu, Siprianus Baru, putra kedua Sovia Onas, menyampaikan terima kasih kepada pihak yang telah membantu keluarganya. Ia menyampaikan, pihaknya masih sangat membutuhkan bantuan dari berbagai pihak, untuk pengobatan dan pemulihan Ibunya. 


"Mama kini sudah dirawat di Puskesmas Borong. Mungkin besok akan dirujuk ke Rumah Sakit Ben Mboi Ruteng. Kami masih membutuhkan bantuan," tutur Sipri.


Untuk diketahui, saldo akhir rekening Bank NTT atas nama, Yuvensius Lagul, putra bungsu Sovia Onas, yang digunakan untuk penggalangan dana, berjumlah kurang lebih Rp2 juta rupiah.