Iklan

Benediktus Kia Assan
19 Apr 2021, 17.00 WIB
Bencana NTTNews

Penuhi Kebutuhan Dasar Pengungsi, PMI Lembata Distribusikan Ratusan Ribu Liter Air Bersih

Sejumlah pengungsi terdampak banjir bandang di Lembata yang tinggal di pondok-pondok, saat antri mengisi air dari mobil tangki milik PMI Lembata. (Foto: Ben Kia Assan)


Lembata, Floreseditorial.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus melakukan pendistribusian air bersih bagi warga Kabupaten Lembata yang terdampak bencana banjir bandang beberapa pekan lalu.


Informasi yang dihimpun media ini, hingga hari ini (Senin, 19/4/2021), PMI Lembata sudah mendistribusikan air bersih kepada masyarakat terdampak sebanyak 318.100 liter.


Salah satu Pengurus PMI Lembata, Benyamin Reha, ketika dikonfirmasi media ini, mengatakan, dalam Rapat Tim Operasi Tanggap Darurat Bencana (TDB) Banjir Bandang, PMI Lembata diberi kepercayaan salah satunya untuk pelayanan air bersih, khusus menyasar posko-posko pengungsian di Kota Lewoleba dan sekitarnya.


“Jadi dalam Operasi TDB Banjir Bandang ini, PMI Lembata dipercayakan untuk distribusi air bersih, tapi khusus untuk sasaran di posko-posko pengungsian di Kota Lewoleba dan juga beberapa posko dan pengungsian lain di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur. Ini amanah untuk PMI, bisa ikut ambil bagian dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya para pengungsi terdampak banjir," ungkap Benyamin.


Ia menyampaikan, pihaknya akan terus memberikan layanan air bersih kepada masyarakat terdampak, hingga Operasi TDB Banjir Bandang berakhir. Ia mengatakan, dalam memberikan layanan air bersih itu, pihaknya tentu mengharapkan dukungan dan kerja sama semua pihak, terutama koordinator di setiap posko untuk memperlancar distribusi air yang dijalanakan Relawan bersama mobil tangki air PMI.


“Kita masih terus lakukan pelayanan air bersih. Kita harapkan dukungan dan kerja sama, terutama dari teman-teman di setiap posko. Kalau boleh, saat menghubungi Markas PMI soal layanan air, setiap wadah untuk pengisian air itu sudah harus dibersihkan. Supaya Relawan PMI bisa fokus untuk distribusi. Karena kebutuhan air ini banyak, permintaan tinggi. Di beberapa posko sebelumnya itu, Relawan terpaksa turun tangan untuk bersihkan drom dan fiber. Harusnya disiapkan memang oleh teman-teman di setiap posko," tegasnya.


Sementara itu, salah satu warga terdampak bencana, Siti Hanafi, kepada floreseditorial.com, mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PMI, yang sudah membantu masyarakat di tengah situasi bencana. Ia mengaku, selama terjadi krisis air bersih akibat bencana, dirinya pernah tidak mandi selama empat hari.


“Kami ini sangat kesulitan air. Untuk mandi saja setengah mati. Saya punya rumah dan dapur juga rusak. Drom plastik yang biasa pakai isi air juga penuh lumpur. Tadi kami pergi ambil bawah ke sini. Saya baru cuci ini. Terima kasih banyak Bapak-bapak dari PMI, sudah bantu kami air bersih. Terima kasih," ujar Siti Hanafi.


Senada, pengungsi lainnya, Hamani Tuto, mengaku mengalami kesulitan air bersih saat mengungsi di pondok kebun miliknya. Kehadiran PMI di tengah situasi bencana, lanjut Hamani, sangat membantu masyarakat khususnya berkaitan dengan ketersediaan air bersih.


“Kami di sini banyak sekali. Tapi tinggal di pondok masig-masing. Kami simpan kami punya drom di tengah sini. Supaya mobil datang bisa isi air di sini. Nanti baru kami ambil pakai jerigen dan bawah ke pondok. Terima kasih Bapak-bapak dari PMI, sudah bantu kami air ini," ungkap Hamani Tuto.


Untuk diketahui, dalam mendistribusikan air bersih kepada warga, PMI Lembata menggunakan empat unit mobil tangki. Dua diantaranya didatangkan langsung dari Gudang Logistik dan Kendaraan PMI yang ada di Gresik Jawa Timur, dan dua lainnya merupakan mobil tangki milik warga Lembata yang disewa PMI.