Iklan

FEC Media
13 Apr 2021, 15.49 WIB
Headline

Percepat Pembangunan Parekraf, BPOLBF Gandeng Pemda Manggarai

Pose usai Rapat Pimpinan Pembahasan Peluang dan Rencana Kerja Sama antara BPOLBF dengan Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, bertempat di Aula Nuca Lale Kantor Bupati Manggarai. (Foto: Prokopim)


Manggarai, Floreseditorial.com - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mengajukan peluang kerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka percepatan pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) yang berkelanjutan dan berdaya saing. 


Hal itu disampaikan saat Rapat Pimpinan Pembahasan Peluang dan Rencana Kerja Sama (MoU) antara BPOLBF dengan Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, bertempat di Aula Nuca Lale Kantor Bupati Manggarai, Selasa (13/4/2021) pagi.


Bupati Hery, dalam arahannya, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang diambil oleh BPOLBF. 


"Ini menandai dimulainya pendampingan dan kerja sama antara BPOLBF dengan Pemda Kabupaten Manggarai," ungkap Bupati Hery.


Ia menyampaikan, pariwisata menjadi salah satu sektor yang memiliki kontribusi besar, dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, melalui kerja sama tersebut, diharapkan usulan Pemda Kabupaten Manggarai ke Pemerintah Pusat, dalam upaya pengembangan pariwisata dapat cepat terealisasi. 


Ia menambahkan, sejumlah kebutuhan prioritas dalam rangka pengembangan pariwisata di Kabupaten Manggarai antara lain, pengembangan pariwisata Kampung Adat Wae Rebo serta pembuatan Master Plan Pembangunan Pulau Mules dan Liang Bua. 


"Saya secara pribadi mengusulkan agar ini bisa dilaksanakan tahun ini. Kita tidak bicara PAD saat ini, tapi kita fokus bicara pengembangan ekonomi masyarakat," tuturnya. 


Semetara itu, Direktur Destinasi Pariwisata BPOLBF, Konstant Nardinandus, berharap agar melalui kerja sama itu, akan meningkatkan arus kunjungan dan lama tinggal wisatawan di Kabupaten Manggarai. 


"Dengan harapan besar bahwa wisatawan yang masuk ke Labuan Bajo itu kemudian akan masuk ke Kabupaten Manggarai, yang selama ini saya katakan length of stay (lama tinggal) mereka di Manggarai mungkin cuman sehari dua hari. Harapan kita kedepan, length of stay bisa bertambah," jelas Konstant, saat menyampaikan tujuan pelaksanaan rapat.


Selain itu, Direktur Investasi dan Kelembagaan BPOLBF, Nesya Amelia, berharap melalui kerja sama yang melibatkan semua pihak itu, maka pengembangan SDM di bidang pariwisata, ragam pertunjukan budaya, industri wisata, pengembangan destinasi wisata baru, penciptaan regulasi yang berpihak pada dunia pariwisata, dapat ditingkatkan dan pada akhirnya berkontribusi pada percepatan pembangunan. 


"Kami bisa membantu untuk menjadi fasilitator. Kami punya platform namanya Forum Floratama yaitu Flores, Lembata, Alor, Bima," kata Nesya.


Hadir dalam kegiatan tersebut, mewakili BPOLBF, Direktur Destinasi Pariwisata, Konstant Nardinandus, Direktur Investasi dan Kelembagaan, Nesya Amelia, dan Direktur Pemasaran, Raisa Lestari Niloperbowo. Sedangkan dari Pemda Kabupaten Manggarai, selain Bupati Manggarai, juga diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Jahang Fandi Aldus, dan Pimpinan Perangkat Daerah terkait.