Iklan

Pankrasius Y. Gandung| <br>Penulis<br>
22 Apr 2021, 20.29 WIB
News

Perubahan Nama Kecamatan di Matim Belum Berubah pada Aplikasi SIAK, e-KTP Warga Tak Bisa Dicetak

 

Ilustrasi (net)

Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) Eektronik atau e-KTP, belum melakukan perubahan nama untuk dua kecamatan di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT).


Dua kecamatan yang mengalami perubahan nama itu yakni, Kecamatan Poco Ranaka yang diganti menjadi Kecamatan Lamba Leda Selatan, dan Poco Ranaka Timur yang diganti menjadi Kecamatan Lamba Leda Timur. Hal tersebut resmi berlaku sesuai nomenklatur per tanggal 20 April 2021.


Kepala Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Matim, Robertus Bonafantura, kepada media ini, Kamis (22/4/2021), menyampaikan, perubahan nama kecamatan dalam SIAK merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. Sehingga, mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Matim dalam keterbatasan blangko hanya memberikan Surat Keterangan (Suket).


"Sambil berharap beberapa waktu kedepan di apikasi SIAK tersebut telah diganti, sehingga begitu telah diganti maka tinggal kita melakukan pencetakan. Dari pada hari ini kita cetak kecamatan tersebut, dalam waktu dekat juga apikasi SIAK telah diganti. Sedangkan untuk Suket sendiri, peran dan fungsinya sama. Dan kenapa hanya berlaku satu bulan saja, itu agar pihak Dirjen Capil Pusat  segera mengganti atau merubah nama kecamatan yang baru di aplikasi SIAK," jelas Robertus.


Ia menyampaikan, KTP yang bisa dikeluarkan saat ini dengan nama kecamatan yang baru, hanya berlaku untuk yang baru pertama kali melakukan perekaman e-KTP. Sedangkan untuk yang lama atau yang telah memiliki KTP sebelumnya dan yang KTP-nya hilang, hanya mendapatkan Suket saja. 


"Karena untuk blanko e-KTP yang telah tercetak untuk dua kecamatan tersebut, pemerintah telah melakukan penghitungan dan nanti pola percetakanya di pusat. Sedangkan dengan pola keuangannya, hibah APBD ke pusat," bebernya.


Diberitakan media ini sebelumnya, pergantian nama kecamatan di Kabupaten Matim sangat berdampak bagi masyarakat yang hendak mengurus administrasi kependudukan. 


Salah satu warga Mano, Kecamatan Lamba Leda Selatan, inisial BR, kepada media ini, Kamis (1/4/2021) lalu, mengaku kecewa dengan pergantian nama kecamatan tersebut.


"Saya merasa kecewa dan bingung terhadap keputusan pemerintah dengan pergantian nama kecamatan. Anak saya telah merekam KTP beberapa waktu yang lalu, namun KTP anak saya belum bisa dicetak karena Nomor KTP belum keluar dari Pemerintah Pusat. Padahal anak saya mau pergi kuliah keluar daerah, dan sangat membutuhkan identitas seperti KTP," jelas BR.


Menurutnya, pihaknya hanya diberikan Suket, sambil menunggu hingga Nomor KTP keluar, sementara Suket itu hanya berlaku satu bulan saja. 


"Apakah anak kami yang hendak keluar daerah juga harus menunggu sampai nomor seri tersebut keluar," ujarnya kesal.


Selain itu, warga lainnya yang enggan dimediakan namanya, mengaku kecewa dengan pelayanan Disdukcapil Kabupaten Matim. 


"Saya sangat kecewa dengan respon di Capil yang katanya bisa mengurus melaui online. Tetapi setelah kita mengirim persyaratan, nomor terkait tidak memberikan balasan jika berkasnya sedang diproses. Kami juga mencoba menghubungi nomor telepon yang tertera di luar Kantor Capil, namun tidak mendapatkan respon," beber warga tersebut.