SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Petugas Sumbat Pipa Air, Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Warga

Iklan

 


Pankrasius Y. Gandung| <br>Penulis<br>
17 Apr 2021, 12.27 WIB
NewsPDAM

Petugas Sumbat Pipa Air, Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Warga

 

Kepala UPTD Puskesmas Mano, Paskalis Jangkar. (Foto: Pankra Yoris)

Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Mano, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), Paskalis Jangkar, menanggapi pemberitaan media ini, terkait penyumbatan pipa air milik Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sistem Persediaan Air Minum (SPAM) wilayah Mano, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Matim, menggunakan sampah plastik.


Ditemui di kantornya, Sabtu (17/4/2021), Paskalis Jangkar, menjelaskan, penyumbatan pipa air menggatal sampah plastik tersebut, sangat berdampak buruk pada kesehatan bila airnya dikonsumsi.


"Gejala umum yang dialami adalah diare. Namun jika ada penyakit lain, maka efek dari pastik bisa membahayakan penderita penyakit tersebut. Jika dilihat dari jenis plastik, maka kita bisa jelaskan seperti apa dampak bagi kesehatan, karena plastik memiliki banyak jenis sehingga penyakit yang ditimbulkan juga beragam," jelas Paskalis.


Diberitakan media ini sebelumnya, BLUD SPAM wilayah Mano, sengaja melakukan penyumbatan pipa air karena warga tidak membayar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).


Salah satu warga, inisial TM, kepada media ini, Jumat (16/4/2021), menyampaikan, pihaknya telah lama menjadi pelanggan BLUD SPAM Mano. Namun dengan adanya pergantian sistem di perusahaan air minum tersebut, Ia mengaku, pihaknya tidak lagi mendapat persediaan air bersih seperti sebelumnya.


"Kami telah lama menjadi pelanggan BLUD SPAM. Namun semenjak pergantian sistem dan pergantian pegawai, kami tidak lagi mendapatkan air seperti sebelumnya," ungkap TM.


Ia mengakui, karena hal tersebut, pihaknya sejak lama tidak lagi membayar PDAM, sebagai bentuk protes terhadap BLUD SPAM Mano.


"Telah lama juga kami tidak membayar PDAM, sebagai bentuk protes kami kepada pengelola BLUD SPAM. Namun protes kami sepertinya tidak dipedulikan, buktinya hingga sekarang belum ada perbaikan," bebernya.


Senada, pelanggan BLUD SPAM Mano lainnya, inisial YP, mengaku sudah hampir dua tahun tidak membayar PDAM.


"Hampir dua tahun ini saya tidak membayar PDAM, karena PDAM di rumah saya tidak mengalir. Apa yang mau kami bayar jika air tidak mengalir. Seharusnya air mengalir dulu baru kami membayar," ujar YP.


Berdasarkan pantauan media, Jumat (16/4/2021), salah satu warga mendapati pipa air yang telah disumbat menggunakan plastik bekas/sampah plastik, dan diikat rapi menggunakan ban dalam bekas. 


Dikonfirmasi floreseditorial.com di lokasi, salah satu Tenaga Teknik Lapangan BLUD SPAM Mano, Yulius Burdis, mengatakan, pihaknya sengaja melakukan penyumbatan pipa air tersebut.


"Kami dengan sengaja melakukan itu karena pelanggan tidak membayar BLUD SPAM. Kepada warga agar jangan membuka penyumbat tersebut," kata Yulius.