Iklan

Valerius Isnoho
5 Apr 2021, 18.22 WIB
News

PLN Pulihkan 159 Gardu Listrik Pasca Badai Siklon Tropis Seroja di NTT

Pegawai PLN saat memperbaiki jaringan kelistrikan yang rusak akibat dihantam angin kencang. (Foto: Valerius Isnoho)



Manggarai, Floreseditorial.com - Perusahan Listrik Negara (PLN) terus berupaya memulihkan jaringan listrik yang terdampak hujan disertai angin, akibat Badai Siklon Tropis Seroja yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Minggu (4/4/2021).


Sampai dengan Senin (5/4/2021) pukul 12.00 WITA, PLN telah berhasil memulihkan 159 gardu listrik yang terdampak bencana, sehingga lebih dari 33 ribu pelanggan kini telah menikmati aliran listrik PLN kembali. 


“Begitu badai mereda, petugas kami langsung turun ke lapangan untuk mengecek kondisi infrastruktur kelistrikan dan memperbaiki jaringan yang terdampak badai,” ucap General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko.


Sebelumnya, akibat bencana alam tersebut, sebanyak 2.226 gardu yang tersebar di wilayah Kupang, Flores Bagian Barat, Flores Bagian Timur, dan Sumba mengalami pemadaman listrik. Kencangnya angin membuat banyak pohon tumbang, papan reklame roboh, tanah longsor, serta atap rumah berterbangan, yang mengenai jaringan listrik hungga menyebabkan aliran listrik terganggu. Namun khusus untuk sistem kelistrikan di wilayah Timor, saat ini belum bisa dilakukan pemulihan dikarenakan akses jalan terputus. 


“Anginnya memang sangat kuat. Beberapa kantor kami juga mengalami kerusakan. Namun kami pastikan petugas di lapangan terus bekerja untuk memulihkan jaringan, agar masyarakat bisa menikmati listrik kembali,” tambah Agustinus.


Ia menyampaikan, dalam melakukan pemulihan, PLN selalu mengutamakan keselamatan pelanggan. PLN memastikan akan segera melakukan pemulihan aliran listrik ketika banjir telah surut atau kondisi jaringan telah dipastikan aman. Sementara untuk daerah yang masih terdapat genangan banjir, demi keselamatan warga, PLN belum dapat menyalakan aliran listrik.


Ia menambahkan, berdasarkan Siaran Pers Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada 5 April 2021, menyebutkan, berdasarkan pantauan kondisi atmosfer terkini, terdapat Siklon Tropis Seroja di Perairan Kupang, dengan kecepatan angin mencapai 45 knot. Hal ini memberikan dampak terhadap peningkatan tinggi gelombang dan cuaca ekstrim di NTT dan sekitarnya beberapa hari kedepan.


"Melihat apa yang disampaikan BMKG, tentu kami terus bersiaga dan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap kelistrikan di sekitar," ucap Agustinus.


PLN mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan ketika musim hujan dan terjadi banjir. Apabila air mulai masuk ke rumah, warga secara mandiri dapat mematikan listrik dari Mini Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter. Selanjutnya, warga bisa menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile.