SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Polisi Dalami Dugaan Pelanggaran Prokes Beruntun Oleh Pemkab Matim

Iklan

 


FEC Media
26 Apr 2021, 22.22 WIB
HeadlineNews

Polisi Dalami Dugaan Pelanggaran Prokes Beruntun Oleh Pemkab Matim

Wakapolres Matim, Kompol Ahmad. (Foto: FEC Media)



Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Saat ini, angka pasien penderita Covid-19 di kabupaten Manggarai Timur (Matim) terus meroket tajam.


Tercatat, hingga minggu ke IV bulan April 2021, lonjakan penderita Corona di Kabupaten Matim, meroket hingga tiga kali lipat dari periode awal semester I 2021 dengan total pasien terkontaminasi sebanyak 256 orang. Jumlah ini, terhitung sejak tanggal 01 hingga tanggal 26 April 2021.


Namun, Dugaan pelanggaran Protokol kesehatan (Prokes) secara beruntun justru dilakukan oleh instansi pemerintahan yakni oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten Matim.


Sebut saja dinas PPO Matim yang mengumpulkan ratusan kepala sekolah dan Bendahara di Aula Kantor Koperasi Kredit (Kopdit) Abdi Manggarai Timur (AMT) pada Kamis (22/4/2021) lalu. 


Ulah serupa, kembali dilakukan oleh anak buah Bupati Agas Andreas pada Senin (26/4/2021) di dua lokasi berbeda, yakni di Desa Compang Wesang dan Kelurahan Mandosawu dalam kegiatan pelayan dokumen kependudukan, pencatatan sipil, perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-EL) dan perekaman KIA (Kartu Identitas Anak) yang dipelopori oleh Disdukcapil Matim.


Kegiatan inipun, ditengarai telah melanggar Prokes karena mengumpul ratusan orang tanpa pengawasan Prokes sebagaimana mestinya.


Wakapolres Manggarai Timur, Kompol Ahmad, dalam keterangan yang diberikan kepada floreseditorial.com pada Senin (26/4/2021) malam menjelaskan, pihak kepolisian Resor Manggarai Timur akan mendalami dugaan pelanggaran Prokes yang dilakukan oleh dua instansi pemerintah kabupaten Matim itu.


“Akan kita selidiki hal ini,” kata Wakapolres Matim.


Kompol Ahmad menegaskan, Polisi tidak akan ragu menetapkan tersangka apa bila ada pelanggaran Prokes yang dilakukan oleh kedua institusi tersebut.


“Kita tak akan ragu untuk menetapkan tersangka jika ada pelanggaran Prokes dalam kegiatan tersebut,” imbuhnya.


Ia berharap, baik masyarakat, maupun instansi pemerintah tetap menjaga protokol kesehatan.


“Tetap jaga Protokol kesehatan, dengan mencuci tangan, memakai masker, menjaga Jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas,” tukasnya.


Sorotan terhadap dugaan pelanggaran Prokes yang dilakukan oleh Instansi Pemerintahan Agas Andreas juga pernah disampaikan oleh Dosen Universitas Katolik (UNIKA) St. Paulus Ruteng, Dr. Laurentius Ni.


Praktisi Hukum itu mendesak agar Polisi segera menjadwalkan pemeriksaan terhadap institusi pemerintah yang justru menjadi Pelopor pelanggaran Prokes.


Ia juga menyayangkan sikap Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Matim, yang justru membiarkan kegiatan tersebut berlangsung.


“Gugus Tugas di mana? angka corona di Matim belum menurun. Bisa-bisanya Pemerintah melaksanakan kegiatan dengan mengumpulkan massa ratusan orang, di tengah larangan berkumpul yang saat ini getol dikampanyekan Pemerintah sendiri,” tukas Laurentius.