Iklan

FEC Media
14 Apr 2021, 10.56 WIB
HeadlineHukrim

Polisi Tetapkan Marten Mihu Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan

Marten Mihu, salah satu tersangka kasus pengeroyokan. (Foto: Ist)



Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Aparat Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan, Martinus Mihu alias Marten Mihu, sebagai tersangka kasus pengeroyokan terhadap, Ferdinandus Jeharu, warga asal Kampung Ende, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Kabupaten Matim.


Selain Marten Mihu, Polisi juga menetapkan, Saldin, seorang tersangka lainnya dalam kasus serupa.


Kedua tersangka terbukti telah melakukan tindak pidana penganiayaan pengeroyokan kepada, Ferdinandus Jeharu, yang terjadi pada Jumat (2/4/2021) lalu, di rumah korban di Kampung Ende.


Akibat pengeroyokan yang dilakukan kedua tersangka, korban mengalami benjolan pada bagian kepala dan luka memar pada pipi kanan.


Kasat Reskrim Polres Matim, Deddy S. Karamoi, dalam keterangan yang diperoleh media ini, Rabu (14/4/2021), menjelaskan, saat ini berkas perkara dari kasus tindak pidana pengeroyokan tersebut sudah dinyatakan lengkap atau telah P21.


"Pasal yang disangkakan 170 Jo 351 KUHPidana," kata Iptu Dedy saat dihubungi, Rabu (14/4/2021).


Dalam beleid 170 KUHP dijelaskan, barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang.


Sementara itu, pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman pidana 7 tahun.


“Penetapan tersangkanya kemarin (Selasa, 13/4/2021) berkas akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ruteng, Kabupaten Manggarai,” papar Deddy.


Untuk diketahui, mengutip posflores.com, Ferdinandus Jeharu, menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh, Marten Mihu dan Saldin.


“Pada malam sebelumnya (Kamis, 1/4/3031) pelaku yang juga adalah tetangga saya, karaoke sampai larut malam. Akibat hal itu, saya tidak bisa tidur aman. Jumat pagi, saya berselisih paham dengan istri, lalu mengeluarkan kata kasar kepada istri saya,” jelas Ferdinandus.


Ia menambahkan, setelah bertengkar dengan istrinya, seperti biasanya Ia bergegas ke tempat usaha di Pasar Borong. Sekitar pukul 19.00 WITA usai menutup tempat usaha, korban pun pulang ke rumah.


Menurutnya, sekitar satu jam berada di rumah, pelaku bersama dua orang temannya datang ke rumah korban untuk meminta penjelasan terkait kata kasar yang dilontarkan, Ferdinandus, di pagi hari itu.


“Ketika saya sementara menjelaskan terkait maksud kata-kata itu, tiba-tiba pelaku langsung pukul saya pada pipi kiri, kepala bagian belakang, dan tendang pada bagian punggung,” bebernya.


Ferdinandus mengaku, usai kejadian tersebut, dirinya kemudian mendatangi Polres Matim dan melaporkan terkait tindakan pengeroyokan yang menimpanya.