Iklan

FEC Media
22 Apr 2021, 17.51 WIB
Headline

Ratusan Massa Hadiri Evaluasi USBD di Matim, Diduga Langgar Protokol Kesehatan

Nampak para peserta tidak menjaga jarak saat mengikuti kegiatan Pemaparan Hasil Ujian Sekolah Berstandar Digital  jenjang Sekolah Menengah Pertama. (Foto: Posflores.com)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Kegiatan Pemaparan Hasil Ujian Sekolah Berstandar Digital (USBD) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dihadiri sekitar 136 Kepala SMP dan Bendahara di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga kuat melanggar Protokol Kesehatan (Prokes).


Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Koperasi Kredit (Kopdit) Abdi Matim, Kamis (22/4/2021), terpantau tidak mematuhi imbauan Prokes yang saat ini tengah getol dikampanyekan, untuk meminimalisir dampak penyebaran virus corona atau covid-19.


Dalam kegiatan yang dihadiri Bupati Matim, Agas Andreas, dan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (PK), Basilius Teto, para peserta kegiatan terpantau sama sekali tidak menjaga jarak. Padahal, saat ini angka penderita covid-19 di Kabupaten Matim terbilang tinggi.


Kadis PK Matim, Basilius Teto, saat dihubungi floreseditorial.com, Kamis (22/4/2021), membenarkan perihal kegiatan tersebut. 


Ia juga membenarkan perihal pengumpulan massa saat kegiatan tersebut berlangsung. Namun, Basilius Teto, membantah bahwa pihaknya telah mengabaikan Prokes saat kegiatan tersebut.


"Ini dalam rangka perangkuman nilai, tidak bisa pakai virtual. Tapi tadi Prokes-nya ketat. Setengah satu sudah selesai tadi. Tidak lama kegiatannya,” ujar Basilus.


Ia menambahkan, pihaknya akan bertanggungjawab jika ada klaster baru covid-19 usai penyelenggaraan kegiatan tersebut.


“Saya siap bertanggungjawab apabila ada peserta yang terinfeksi covid-19 setelah kegiatan ini," tukasnya.


Laporan: Ignas Tulus