SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Satgas: Manggarai Masuk Fase Kritis Covid-19

Iklan

 


Valerius Isnoho
25 Apr 2021, 12.55 WIB
Covid-19Headline

Satgas: Manggarai Masuk Fase Kritis Covid-19

 

Ilustrasi. (Foto: Net)


Manggarai, Floreseditorial.com - Virus corona atau covid-19 di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menyumbang penambahan jumlah kasus baru secara signifikan dalam beberapa hari terakhir. 


Hal itu disampaikan Juru Bicara (Jubir) Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai, Lodovikus D. Moa, kepada Awak Media, Minggu (25/4/2021).


"Kabupaten Manggarai kembali memasuki fase kritis. Kita harus tetap waspada. Fenomena ini ditandai dengan peningkatan jumlah kasus baru covid-19, yang juga diikuti dengan peningkatan jumlah kematian akibat covid-19," ungkap Moa.


Ia menjelaskan, selama dua hari berturut-turut (23-24/4/2021), tercatat ada penambahan 43 kasus baru covid-19 di Kabupaten Manggarai. Penambahan kasus baru itu, merupakan yang tertinggi kedua sejak Pandemi Covid-19 menyerang masyarakat Kabupaten Manggarai.


"Penambahan 43 kasus baru covid-19 ini, merupakan hasil dari pemeriksaan sampel SWAB Rapid Diagnostik Test Antigen (RDtAg) dari 25 warga yang berada di Biara OSM, di Golo Bilas, Kecamatan Wae Rii, dan 18 warga yang berada di Biara Fransiskan, di Kecamatan Langke Rembong," paparnya.


Ia menyampaikan, berdasarkan hasil pencarian dan penelusuran kontak kasus yang telah dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 Manggarai di kedua Biara tersebut, diduga sumber awal infeksi/penularan covid-19 berasal dari pelaku perjalanan, para Suster dan Frater yang baru pulang liburan dari kampung halaman.


"Untuk mencegah penularan lebih lanjut, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai memutuskan untuk melakukan karantina dan isolasi mandiri terpusat di Biara selama 14 hari, bagi Frater dan Suster yang terkonfirmasi positif covid-19," kata Moa.


Ia menambahkan, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai mengimbau dan meminta dukungan dari seluruh masyarakat Manggarai, untuk meningkatkan kewaspadaan dan bekerja sama menghentikan penularan covid-19, dengan tetap disiplin menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 dan patuhi imbauan serta instruksi pemerintah. 


"Penularan yang tinggi terjadi karena mobilitas yang tinggi. Disiplin menjalani Prokes Covid-19 merupakan hal yang penting untuk terus dilakukan. Masyarakat juga diharapkan mematuhi larangan mudik, agar tidak terjadi lonjakan kasus covid-19. Selalu jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, menjaga ventilasi rumah dengan baik, menjaga pola hidup bersih dan sehat, demi mencegah infeksi dan penularan covid-19. Satgas Penanganan Covid-19 akan terus melakukan surveilans, testing, penelusuran dan pelacakan kasus, isolasi dan karantina,  demi menyelamatkan kehidupan masyarakat," tukas Moa. 


Untuk diketahui, hingga Minggu (25/4/2021), terdapat 22 kasus kematian akibat covid-19, telah menginfeksi 2.039 kasus, dinyatakan sembuh 1.833 kasus, sedang menjalankan isolasi dan karantina mandiri di rumah 179 kasus, dan sedang mendapatkan perawatan sebanyak lima kasus.