SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat, Pemerintah Kecamatan Laut Laksanakan Program Germas

Iklan

 


FEC Media
28 Apr 2021, 18.44 WIB
News

Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat, Pemerintah Kecamatan Laut Laksanakan Program Germas

Suasana senam kesehatan pagi bersama yang menjadi salah satu item kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kecamatan Lamba Leda Utara (Laut), Kabupaten Manggarai Timur (Matim). (Foto: Ist)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat, Pemerintah Kecamatan Lamba Leda Utara (Laut), Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui Puskesmas Dampek, Puskesmas Weleng, dan Puskesmas Wae Nenda, melaksanakan Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).


Program Germas terjadwal dilakukan di 11 desa di Kecamatan Laut, dan kini sudah dilksanakan di empat desa, yakni Desa Satar Kampas, Desa Satar Padut, Desa Golo Mangung, dan terakhir Desa Haju Wangi, pada Rabu (28/4/2021) di Kampung Bawe.


Camat Laut, Agus Supratman, dalam pembukaan kegiatan menyatakan, Program Germas merupakan cikal bakal pemicu semangat atau antusiasme masyarakat, dalam memahami pentingnya hidup sehat bagi diri sendiri, serta pentingnya interaksi sosial dalam merawat serta memperbaiki silaturahmi yang telah terjalin. 


"Kegiatan Germas membawai enam item kegiatan antara lain, senam kesehatan pagi secara bersama, bhakti sosial pada fasilitas umum desa, penyuluhan kesehatan yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan seperti tensi darah, asam urat, kolesterol, gula dara, TB, dan malaria, lalu dilanjutkan dengan kunjungan ODGJ, serta diakhiri kegiatan olah raga main bola volly putra dan putri. Kegiatan tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes), sebab seluruh tahapan kegiatan dikawal ketat Tim Relawan Aman Covid-19 Desa dan Satgas Covid-19 Kecamatan," papar Agus.


Selain itu, Agus menyampaikan, hal penting lain yang tidak kalah menarik adalah soal kepedulian terhadap lingkungan dan sesama saudara yang butuh hiburan serta perhatian.


"Kita perlu asah biar lebih sensitif jiwa peduli kita terhadap kesehatan lingkungan, dan perlu diasah rasa iba yang kita miliki bagi sesama saudara kita yang membutuhkan perhatian dari kita, butuh hiburan dari kita, serta butuh sentuhan kita," katanya.


Pada kesempatan lain saat sambutan pembukaan Program Germas, Kepala Puskesmas (Kapus) Dampek, Eufrasia Rambing, Kapus Weleng, Andre Sangoate, dan Kapus Wae Nenda, Rafael Muja, menyampaikan, Gernas merupakan gerakan nasional yang dicanangkan sejak tahun 2015, yang diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo, yang mengedepankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitative, dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam masyarakat paradigma sehat. 


"Untuk menyukseskan Germas, tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja. Peran serta dari seluruh lapisan masyarakat dan sektor lainnya juga turut menentukan sukses atau gagalnya Program Germas," ungkapnya.


Menurutnya, mulai dari individu, keluarga, dan masyarakat dalam mempraktikkan pola hidup sehat, akedemisi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan dan organisasi profesi dalam menggerakan anggotanya untuk berperilaku hidup sehat, baik pemerintah di tingkat pusat maupun daerah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, memantau dan mengevaluasi pelaksanaannya Program Germas.


Pengelola Germas di tiga puskesmas ini dimaksudkan untuk menyuarakan hal yang sama. Seperti yang dinyatakan Pengelola Germas Puskesmas Dampek, Fransiska Heldi Naur, di berbagai kegiatan, bahwa

Germas wajib didukung demi membudayakan hidup sehat, agar mampu mengubah kebiasaan-kebiasaan atau perilaku tidak sehat. 


"Secara khusus, Germas diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan peran serta masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan produktivitas masyarakat dan mengurangi biaya kesehatan. Pelaksanaan Germas harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian," jelas Heldi.


Heldi memaparkan, ada tujuh indikator gerakan masyarakat hidup sehat, antara lain (1) Melakukan aktifitas fisik olahraga demi memberikan dampak yang sangat positif pada kesehatan setiap individu; (2) Mengkonsumsi sayur dan buah; (3) Tidak merokok, sebab merokok dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti: kanker paru-paru dan penyakit pada kardiovaskuler; (4) Tidak minum minuman beralkohol, sebab alkohol sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Alkohol dapat merusak sel-sel otak, sehingga dapat merusak fungsi intelektual manusia; (5) Memeriksa kesehatan secara rutin; (6) Membersihkan lingkungan; dan (7) Menggunakan jamban. Aspek sanitasi menjadi bagian penting dari Germas. Kebiasaan membuang kotoran di luar jamban dapat meningkatkan risiko penularan berbagai jenis penyakit menular, sekaligus dapat menurunkan kualitas sehat lingkungan. 


Untuk diketahui, empat Kepala Desa (Kades) yang sudah melaksanakan Program Germas yakni, Kades Golo Mangung, Engelbertus Anam, Kades Haju Wangi, Abraham Sapa, Kades Satar Kampas, Elisius Ntangor, dan Kades Satar Padut, Fabianus Kabun, menyambut baik kegiatan tersebut seraya berpendapat bahwa Germas sangat penting bagi masyarakat, dan harus terus digalakan karena selaras dengan program dan kegiatan desa.