Iklan

FEC Media
6 Apr 2021, 12.56 WIB
Bencana NTTNews

TNI dan Polri Bantu Evakuasi Korban Bencana di Kuwus

Sinergitas TNI dan Polri bantu korban bencana di Kuwus, Manggarai Barat. (Foto: Ist)



Mabar, Floreseditorial.com - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) beberapa hari belakangan, mengakibatkan rusaknya dua bangunan rumah warga, dimana satu di antaranya rusak parah dan nyaris roboh.


Terpantau media di Desa Coal, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Mabar, pada Minggu (4/4/2021) sekitar pukul 13.00 WITA, sejumlah warga bersama Aparat TNI-Polri dan Pemerintah Desa (Pemdes) setempat bergotong royong membantu dan mengevakuasi warga korban bencana.


Bhabinkamtibmas Kelurahan Nantal, Bripka I Gede Eka Putra W, mengatakan, angin puting beliung melanda warga di Desa Coal, Kecamatan Kuwus. Akibatnya, dua rumah warga milik, Konstantinos Jenias (70) dan Anastasia Belut (75), rusak parah dan nyaris roboh.


"TNI dan Polri dibantu warga desa setempat, bergotong royong mengevakuasi barang milik korban yang dapat digunakan, sekaligus melakukan pendataan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan ke masyarakat, bahwa solidaritas TNI-Polri akan tanggap bencana sangat kuat," terang Bripka Eka Putra.


Tim Gabungan juga bergotong royong bersama para korban bencana angin puting beliung, membersihkan puing–puing bangunan rumah yang rusak dan bahkan roboh itu.


"Gotong royong dengan warga ini merupakan bentuk pengabdian kami sebagai pelayan masyarakat. Kita bantu proses pembersihan puing–puing bangunan yang roboh tersebut. Kami sudah koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mabar dan pihak Kecamatan Kuwus, untuk penanganan lebih lanjut. Untuk korban jiwa tidak ada," papar Bripka Eka.


Sementara itu, salah satu korban bencana, Konstantinos Jenias (70), mengatakan, karena bencana tersebut, sebagian rumahnya roboh, disebabkan terpaan angin puting beliung disertai hujan deras. Untuk kerugian, ditaksir sekitar Rp 15.000.000.


"Dinding terlepas dan seng, hampir semua hancur. Beruntung saat kejadian bisa menyelamatkan diri," ungkapnya.


Sedangkan dinding samping rumah milik, Anastasia Belut (75), yang ditutup dengan seng, terbongkar akibat terpaan angin puting beliung. Kerugian ditaksir mencapai Rp 10.000.000.


Bhabinkamtibmas Kelurahan Nantal mengimbau warga untuk waspada dengan angin kencang dan curah hujan yang masih tinggi, hingga beberapa hari ke depan. Terlebih bagi warga yang yang bermukim di daerah rawan bencana.


"Kami juga terus mengimbau agar warga waspada selama musim hujan dengan angin kencang yang berlangsung, terlebih di daerah rawan bencana," tukasnya.