Iklan

Pankrasius Y. Gandung| <br>Penulis<br>
16 Apr 2021, 14.11 WIB

Warga Tidak Bayar PDAM, Pegawai BLUD SPAM Mano Sumbat Pipa Air

Pipa air yang disumbat oleh Pegawai BLUD SPAM Mano menggunakan plastik bekas. (Foto: Pankra Yoris)

Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sistem Persediaan Air Minum (SPAM) wilayah Mano, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sengaja melakukan penyumbatan pipa air karena warga tidak membayar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Salah satu warga, inisial TM, kepada media ini, Jumat (16/4/2021), menyampaikan, pihaknya telah lama menjadi pelanggan BLUD SPAM Mano. Namun dengan adanya pergantian sistem di perusahaan air minum tersebut, Ia mengaku, pihaknya tidak lagi mendapat persediaan air bersih seperti sebelumnya.

"Kami telah lama menjadi pelanggan BLUD SPAM. Namun semenjak pergantian sistem dan pergantian pegawai, kami tidak lagi mendapatkan air seperti sebelumnya," ungkap TM.

Ia mengakui, karena hal tersebut, pihaknya sejak lama tidak lagi membayar PDAM, sebagai bentuk protes terhadap BLUD SPAM Mano.

"Telah lama juga kami tidak membayar PDAM, sebagai bentuk protes kami kepada pengelola BLUD SPAM. Namun protes kami sepertinya tidak dipedulikan, buktinya hingga sekarang belum ada perbaikan," bebernya.

Senada, pelanggan BLUD SPAM Mano lainnya, inisial YP, mengaku sudah hampir dua tahun tidak membayar PDAM.

"Hampir dua tahun ini saya tidak membayar PDAM, karena PDAM di rumah saya tidak mengalir. Apa yang mau kami bayar jika air tidak mengalir. Seharusnya air mengalir dulu baru kami membayar," ujar YP.

Berdasarkan pantauan media, Jumat (16/4/2021), salah satu warga mendapati pipa air yang telah disumbat menggunakan plastik bekas, dan diikat rapi menggunakan ban dalam bekas. 

Dikonfirmasi floreseditorial.com di lokasi, salah satu Tenaga Teknik Lapangan BLUD SPAM Mano, Yulius Burdis, mengatakan, pihaknya sengaja melakukan penyumbatan pipa air tersebut 

"Kami dengan sengaja melakukan itu karena pelanggan tidak membayar BLUD SPAM. Kepada warga agar jangan membuka penyumbat tersebut," kata Yulius.

Dikonfirmasi terpisah via WhatsApp, Kepala Bagian Keuangan dan Umum BLUD SPAM Matim, Fransiskus Aga, menyampaikan terima kasih atas informasi tersebut, dan akan segera melakukan koordinasi terkait laporan warga itu.

"Nanti saya akan koordinasi dengan mereka yang bertugas di wilayah Mano, dan akan saya konfirmasi lagi. Terima kasih untuk gambaran masalah tersebut," tukasnya.