Iklan

 




Valerius Isnoho
21 Mei 2021, 12.41 WIB
HukrimNews

Dugaan Korupsi Kades Ranggi, Ebert Ganggut: Ancamannya Berat

 

Ebert Ganggut, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai (Foto : FEC Media/ Isno)


Manggarai,Floreseditorial.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Ebert Ganggut, angkat bicara terkait kasus Korupsi Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) untuk anggaran tahun 2020 di Desa Ranggi, Kecamatan Wae Rii.



Kepada media ini, Jumat (21/5/2021), Ebert Ganggut menyampaikan, kasus Korupsi Dana Desa (DD) itu ancaman hukumannya cukup berat, tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan dan tindakan pidana korupsi. 




"Terkait pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Ranggi itu sangat keliru. Apalagi pemotongan BLT tersebut untuk membantu ekonomi masyarakat massa pandemi Covid-19 terang," terang Ebert.




Sementara itu, pemanfaatan Dana Desa telah di atur melalui peraturan menteri keuangan  nomor 40/PMK.07/2020 tentang perubahan peraturan menteri keuangan nomor 2051/PMK.07/2019 tentang pengolahan Desa. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa, 35% dari besaran Dana Desa pada pencairan tahap satu, di gunakan untuk BLT penanganan Covid. Besaran  BLT RP 600.000 perbulan selama 3 bulan, dan diperuntukkan bagi masyarakat miskin.




Ebert berharap, semoga peristiwa ini tidak terjadi di Desa lain, sehingga tidak menambah catatan baru kasus penyalahgunaan Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tidak tersalur dengan baik.




"Terimakasih kepada masyarakat Desa Ranggi yang mau mengadu persoalan ini, semoga menjadi pembelajaran bagi kepala Desa atau perangkat Desa lain di manggarai untuk lebih hati-hati menyalurkan Dana BLT,"tutup Ebert.