Iklan

Pankrasius Y. Gandung| <br>Penulis<br>
3 Mei 2021, 20.40 WIB
News

Kadinkes Matim: 87 Korban Keracunan Makanan Sedang dalam Penanganan Medis

 

Sejumlah Pejabat di Lingkup Kabupaten Matim saat meninjau langsung warga Pau yang menjadi korban keracunan makanan. (Foto: Pankra Yoris)

Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa warga Pau, Kelurahan Nggalak Leleng, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalami peningkatan.


Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Matim, Surip Titin, kepada media ini saat ditemui di Halaman UPTD Puskesmas Mano, Senin (3/5/2021). 


"Sampai saat ini, ada 87 orang yang sedang kita tangani di beberapa tempat diantaranya, pasien di Puskesmas Mano ada 39 orang, Klinik Pratama Wejang Asi Mano ada  33 orang, UPTD Puskesmas Wukir 1 orang, UPTD Puskesmas Lengko Ajang 1 orang, dan RSUD Ben Mboi Ruteng 13 orang. Jumlah tersebut kita belum hitung dengan yang sedang rawat di rumah," papar Titin.


Ia mengatakan, pihak Dinas Kesehatan telah melakukan sejumlah tindakan emergensi, dengan melayani pasien yang dibawa ke sejumlah layanan kesehatan tersebut,  menambah logistik ketersedian obat-obatan, menyiapkan tenaga sambil meenunggu hasil lab dari Kupang.


"Hari ini staf kita melakukan penjagaan air, menjaga mata air juga, dan membawa kapuri ke desa atau kelurahan untuk kapurisasi, karena kita juga tidak tau sumbernya dari mana," tambahnya.


Sementara itu, Ketua DPRD Matim, yereymias Dupa, saat ditemui floreseditorial.com di UPTD Puskesmas Mano, mengatakan, kejadian tersebut merupakan kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti yang ditetapkan Pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Matim.


"Karenanya, pola belanja yang kita gunakan adalah belanja tak terduga, dalam membantu korban duugaan keracunan makanan. Apalagi kejadian ini dari kemarin hingga sekarang, pasien terus mengalami penambahan," tukasnya.