SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Dana Tamsil Tak Kunjung Cair, Pol PP di Kupang Geruduk Kantor Badan Keuangan

Iklan

 


FEC Media
29 Jun 2021, 13.07 WIB
News

Dana Tamsil Tak Kunjung Cair, Pol PP di Kupang Geruduk Kantor Badan Keuangan

Anggota Sat Pol PP Kota Kupang saat mendatangi kantor Badan Keuangan Kupang (Foto : ist)


Kupang, Floreseditorial.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) kota Kupang, NTT, melakukan aksi demo dengan mendatangi kantor Badan Keuangan, Kamis 24 Juni 2021 kemarin.

Informasi yang dihimpun media, aksi yang dilakukan para pegawai pemerintah ini dalam rangka menuntut dana Tamsil (Tambahan Penghasilan) mereka yang belum dibayarkan sejak Januari 2021 lalu.


Namun, Kepala Badan Keuangan dan Aset Kota Kupang, Dra. Balina Oey, mengaku, pihaknya belum mengetahui tuntutan atas aksi demo yang dilakukan anggota Sat Pol PP beberapa waktu lalu itu.



"Itu Mak sonde (tidak) tau ya, coba tanya ke pak asisten saja," ungkapnya, Senin 28 Juni 2022. 



Dia menyebut masalah tersebut tidak diketahui dirinya, karena saat kedatangan para anggota Sat Pol PP ke kantor, dirinya tidak berada di tempat.



Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, mengatakan, kedatangan anggota Sat Pol PP merupakan hal biasa, untuk mencari tahu haknya.


"Kalau pegawai datang mencari tahu mereka punya hak itu kan biasa,"ujarnya, Senin 28 Juni 2021.


Asisten I Sekda Kota Kupang, Agus Ririmase, yang ada di lokasi saat itu, langsung melakukan koordinasi dengan kepala Badan Keuangan untuk mencari solusi.


Agus didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Pol PP, Bernadinus Mere seusai berkoordinasi menjelaskan bahwa,

Badan Keuangan tidak bisa melakukan proses tersebut untuk saat ini, karena adanya perubahan nomenklatur pada pembayaran tamsil bagi Pegawai di Sat Pol PP, menyebabkan tidak bisa diprosesnya anggaran tersebut.


"Ini akan diupayakan untuk bisa diakomodir dalam perubahan nanti,"lanjutnya, 24 Juni 2021.


Diketahui, dana Tamsil bagi para PNS di Sat Pol PP belum dibayar selama enam bulan, mulai dari januari hingga hari ini. Besaran Tamsil sebesar Rp 750 per bulan.