Iklan

 




Pankrasius Y. Gandung| <br>Penulis<br>
10 Jun 2021, 12.48 WIB
News

Demi Bantuan KRPL, Kades Satar Tesem Diduga Bentuk Kelompok Tani Fiktif

Ilustrasi (Ist)



Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Demi mendapatkan bantuan program  Kelompok Rumah Pangan Lestari (KRPL), Kepala Desa Satar Tesem, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Hendrikus Dagung, bersama pendamping desa, Yosef Sandri Munsi, diduga membentuk kelompok tani fiktif.




RS, Ketua kelompok tani diwilayah tersebut mengatakan kepada media, jika pembentukan kelompok tani tersebut tidak di ketahui oleh dirinya dan anggota yang lain, Rabu (9/6/2021).




"Saya bersama anggota kelompok tidak mengetahui program ini, dan beberapa anggota lainya juga tidak tahu jika nama anggota kelompok tani yang kami bentuk masuk kedalam anggota kelompok tani fiktiff tersebut. Kami mengetahui program tersebut saat pendamping penyuluhan melakukan sosialisasi terkait program tersebut, dan nama kelompok kami yang akan mendapatkan program tersebut. Namun setelah sosialisasi, yang mendapatkan program tersebut bukan kelmpok yang kami bentuk, melainkan kelompok yang di bentuk oleh kepala desa bersama pendamping desa, dengan nama kelompok yang sama dengan yang kami bentuk,"ungkap RS.




Selain itu, BG, salah satu anggota kelompok mengatakan, jika dirinya tidak mengetahui kelompok tersebut dan tidak ikut terlibat dalam pembentukan kelompok tersebut.




Seementara itu, Yosep Curuk, Ketua kelompok tani yang di bentuk oleh kades dan pendamping desa menyampaikan bahwa, kelompok tersebut di bentuk oleh kepala desa dan pendamping desa.




"Saat pembentukan saya sedang mengikuti kegiatan Musrenbangcam, kemudian saat pulang, nama saya telah di daftar menjadi anggota kelompok dan selanjutnya kami melakukan rapat pemilihan ketua. Setelah rapat saya dipercayakan sebagai Ketua kelompok, dan Sekertarisnya Kepala Desa Satar Tesem, Hendrikus Dagung," terangnya.




Sementara itu, petugas pendamping desa, Yosef Sandri Munsi, membantah pernyataan tersebut. Dia mengatakan jika dirinya tidak mempunyai hak untuuk membuat kelompok, dan ia hanya membantu untuk mengirim data saja. 




"Kelompok tani ini dibentuk berdasarkan permintaan dari dinas pangan provinsi Nusa Tenggara Timur, dalam rangka kegiatan Kelompok Rumah Pangan Lestari (KRPL), dan diminta kepada desa untuk mengirimkan data. Kami sebagai pendamping tidak berhak membentuk kelompok apapun, karena  tugas kami hanya berkaitan dengan kegiatan PKK dan seluruh program desa model,"tegasnya.




Selain itu, Kepala Desa Satar Tesem saat didatangi media di rumahnya pada, Rabu (9/6/2021) sedang tidak berada di tempat, dan hingga berita ini di muat, belum ada konfirmasi dari Kepala Desa.