SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Dikerjakan Sejak Tahun 2019, Proyek Aula di Desa Pong Ruan Belum Rampung

Iklan

 


FEC Media
28 Jun 2021, 13.33 WIB
News

Dikerjakan Sejak Tahun 2019, Proyek Aula di Desa Pong Ruan Belum Rampung

Pembangunan aula desa Pong Ruan yang belum rampung (Foto : ist)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Proyek pembangunan aula Desa Pong Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, hingga saat ini belum selesai dibangun. 


Pembangunan yang memakan anggaran Rp.546.000.000 ini, dibangun sejak 2019 silam, hingga sekarang dinding bangunan belum terpasang dan sejumlah material nampak berseraka di sekitar bangunan.


Kepala Desa Pong Ruan, Dosansianus T. Lewagan, mengatakan, dana 546 juta tersebut telah habis digunakan untuk pembangunan aula dua lantai dalam dua tahap pengerjaan.


Pada tahap pertama pembangunan tahun 2019 menghabiskan dana sebesar Rp.350.000.000, dan tahap kedua tahun 2020 mengahabiskan dana sebesar Rp.196.000.000.


“Memang benar hingga saat ini pembangunannya belum selesai di bangun. Karena kita juga akan pikirkan untuk tamba lagi anggaranya. Kita kan buat lantai dua, sehingga menurut saya harus Rp1 miliar aula itu. Biar megah,” ujar Dosansianus, Sabtu (26/6/2021).


Dalam keterangannya, pembangunan aula tersebut akan dimanfaatkan untuk masyarakat maunpun pemerintah desa.


"Rencananya kita akan jadikan kantor BPD dan untuk kantor PKK juga. Kalau aula itu orang pakai kan nanti uangnya jelas bisa untuk tambahan PAD desa,”ujarnya.


Di sisi lain, seorang warga desa setempat mengaku jengkel dengan pembangunan aula yang memakan anggaran hingga ratusan juta rupiah itu belum rampung alias mangkrak.


“Sebenarnya masih ada pembangunan lain yang harus lebih diprioritaskan oleh Kades Pong Ruan. Misalkan seperti pembangunan rabat beton, jalan tani, kebutuhan air untuk masyarakat , ataupun jenis pembangunan yang lebih diprioritaskan. Diduga kuat modus untuk korupsi,”ungkapnya, Minggu (27/6/2021).


Wargapun meminta inspektorat Manggarai Timur untuk segera mengaudit penggunaan anggaran tersebut.


“Layangkan surat ke Inspektorat untuk audit penggunaan Dana Desa untuk pembangunan aula kantor Desa Pong Ruan,” katanya.