SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Dituding Bentuk Kelompok Tani Fiktif, Begini Kata Kades Satar Tesem

Iklan

 


FEC Media
16 Jun 2021, 21.02 WIB
News

Dituding Bentuk Kelompok Tani Fiktif, Begini Kata Kades Satar Tesem

Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Timur (Foto : ist)




Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Kepala Desa (Kades) Satar Tesem, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT, Hendrikus Bagung, membantah tudingan terkait dirinya yang diduga bentuk Kelompok Petani Fiktif. 


Meski demikian, ia membenarkan perihal dirinya yang membuat kelompok tani atas arahan Dinas Pangan Kabupaten Matim. 


"Itu yang disampaikan oleh Yosep Curuk tidak benar dan yang membuat kelompok tersebut saya sebagai kepala desa beserta aparat desa,"ungkapnya.


Dia menambahkan, pembentukan kelompok tani tersebut untuk menindaklanjuti informasi dari Dinas Pangan Kabupaten Manggarai Timur yang pihaknya terima melalui pesan singkat beberapa waktu lalu.


"Setelah mendapatkan pesan singkat via whatsapp dari Dinas Pangaan, kami langsung membentuk kelompok tani yang disetujui oleh saya selaku kepala desa. Kelompok tani yang kami bentuk tentu memiliki dasar hukum yang jelas yaitu surat keputusan (SK) yang diketahui oleh saya sebagai kepala desa dengan nomor 14/KEP/KLP/202," terang Hendrikus.


Sementara itu, Sekertaris Dinas Pangan Kabupaten Manggarai Timur, Hermanus H. Kodi, kepada media mengatakan, bantuan yang diterima oleh kelompok tani riwe 1 di Desa Satar Tesem, Kecamatan Lamba Leda Selatan, merupakan bantuan aspirasi dari ibu Juli Laiskodat, salah satu anggota DPRD Provinsi NTT. Bantuan yang diberikan merupakan stimulus untuk dua desa model di Manggarai Timur. 


Dia menambahkan, terkait nama anggota kelompok, pihaknya telah meminta langsung kepada PPL pendamping yang bertugas di wilayah tersebut.



Untuk diketahui, demi mendapatkan bantuan program Kelompok Rumah Pangan Lestari (KRPL), Kepala Desa Satar Tesem, Hendrikus Dagung, bersama pendamping desa, Yosef Sandri Munsi, diduga membentuk kelompok tani fiktif.


RS, Ketua kelompok tani di wilayah tersebut mengatakan kepada, pembentukan kelompok tani tersebut tidak di ketahui oleh dirinya dan anggota yang lain, Rabu (9/6/2021) lalu.


"Saya bersama anggota kelompok tidak mengetahui program ini, dan beberapa anggota lainya juga tidak tahu jika nama anggota kelompok tani yang kami bentuk masuk kedalam anggota kelompok tani fiktif tersebut. Kami mengetahui program tersebut saat pendamping penyuluhan melakukan sosialisasi terkait program tersebut, dan nama kelompok kami yang akan mendapatkan program tersebut. Namun setelah sosialisasi, yang mendapatkan program tersebut bukan kelompok yang kami bentuk, melainkan kelompok yang di bentuk oleh kepala desa bersama pendamping desa, dengan nama kelompok yang sama dengan yang kami bentuk,"ungkap RS.


Selain itu, BG, salah satu anggota kelompok mengatakan, dirinya tidak mengetahui kelompok tersebut dan tidak ikut terlibat dalam pembentukan kelompok tersebut.


Sementara itu, Yosep Curuk, Ketua kelompok tani yang di bentuk oleh kades dan pendamping desa menyampaikan bahwa, kelompok tersebut di bentuk oleh kepala desa dan pendamping desa.


"Saat pembentukan saya sedang mengikuti kegiatan Musrenbangcam, kemudian saat pulang, nama saya telah di daftar menjadi anggota kelompok dan selanjutnya kami melakukan rapat pemilihan ketua. Setelah rapat saya dipercayakan sebagai Ketua kelompok, dan Sekretarisnya Kepala Desa Satar Tesem, Hendrikus Dagung," terangnya.