SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Dua Warga Kajong Manggarai, Positif Corona

Iklan

 


FEC Media
30 Jun 2021, 15.28 WIB
Covid-19

Dua Warga Kajong Manggarai, Positif Corona

Ilustrasi Covid-19 (Foto : pixaby)



Manggarai, Floreseditorial.com - Dua orang warga asal Kajong, Desa Kajong, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, positif Covid-19 setelah pemeriksaan swab antigen, Selasa (29/6/21).


Menurut Informasi petugas Puskesmas Kajong yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, saat ini kedua pasien menjalani isolasi mandiri di rumah.


“Kami sedang koordinasi dengan Dinas Kesehatan Manggarai agar mereka dibawa ke Ruteng saja,”tukasnya.


Kepala Sekretariat gugus tugas percepatan penanganan covid-19, Kabupaten Manggarai, Theo Taram, membenarkan informasi tentang dua warga yang terkena covid-19. 


“Besok kami jemput dua warga kampung Kajong itu untuk diisolasi secara terpusat di Ruteng.Tidak ada lagi isolasi mandiri,”ungkapnya.


Dengan adanya informasi warga yang positif corona tersebut, sejumlah warga desa setempat meminta kepada Pemerintah untuk menangani dengan baik, serta melarang kegiatan atau acara-acara adat yang menimbulkan kerumunan massa.


Seorang warga asal Nggalak, mengatakan, tanggal 4 dan 5 Juli 2021, akan ada acara adat “Hang Woja atau Penti” (syukuran panen), di Gendang Nggalak, bersebelahan dengan Kampung Kajong, diharapkan pemerintah Manggarai agar melarang kegiatan tersebut, karena peluang penyebaran virus sangat besar.


“Sebagian warga Gendang Nggalak menolak keras acara itu. Karena acara itu adalah pengumpulan massa yang datang dari berbagai kampung dan desa bahkan dari luar daerah. Demi mencegah penularan covid-19 maka perlu ada tindakan tegas dari pemerintah,” katanya.


Di sisi lain, saat ini banyak dari masyarakat sekitar melakukan aktifitas yang mengumpulkan banyak orang seperti latiham sepak bola. Ditakutkan kegiatan tersebut memunculkan klaster baru pemyebaran corona.


Data terakhir yang diperoleh media, Jumat (25/6/21), dari Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Manggarai, berdasarkan tes antigen, sebanyak 2007 terkonfirmasi positif coroma, dan meninggal dunia sebanyak 10 orang.