SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Hama Belalang Serang Lahan Jagung di Manggarai Timur

Iklan

 


FEC Media
22 Jun 2021, 23.37 WIB
HeadlineNews

Hama Belalang Serang Lahan Jagung di Manggarai Timur

 

Ilustrasi. (Antara)

Dua Hektare Ludes dalam Semalam


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Sedikitnya 10 hektare ladang jagung di Desa Compang Ndejing, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) diserang hama belalang. Serangan belalang yang terjadi sejak pertengahan Juni ini mengakibatkan beberapa hektare lahan jagung dipastikan gagal panen. 


Hingga kini, serangan belalang belum dapat diatasi. Pasalnya, belalang jenis Kembara ini punya tabiat yang suka berpindah pindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Akibat serangan hama ini membuat jagung dipastikan tidak dapat tumbuh. Semua bagian tanaman habis dimakan, termasuk daun hingga buahnya.


Serbuan jutaan belalang membuat salah satu petani lokal sedih dan kebingungan karena tak bisa memanen. Flores Editorial pun  mengabadikan kondisi ladang jagung di wilayah Compang Ndejing, yang tanaman rusak akibat dimakan serangga pada Selasa (22/6/2021).


Beberapa warga frustrasi menghadapi kehancuran, mereka mati-matian berusaha menahan serbuan hama belalang dengan berbagai cara. Tapi semua itu sia-sia.


Hama belalang menyerang lahan warga desa Compang Ndejing (FEC Vidio)


"Lihat," kata Yosep Jelahu kepada Wartawan. "Tak ada yang tersisa dari jagung ini. Belalang memakan semuanya, dari daun hingga tongkol. Dua hektare habis dalam satu malam".


Sementara, Kepala dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur, Yohanes Sentis, melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura,  Yohanes Santoso Manubelu, mengatakan, sedikitnya 10 hektare lahan jagung warga setempat dalam kondisi hancur. Hama belalang ini sepertinya belum akan berakhir, bisa mengancam dan menghancurkan mata pencaharian petani lokal.


"Kami sedang meningkatkan upaya untuk menyelamatkan panen dengan meningkatkan penyemprotan pestisida untuk tanaman," kata Manubelu.


Menurutnya, kawanan belalang Kembara bergerak sangat cepat. Kadang-kadang terlalu cepat bagi petugas untuk menangkapya, dan hanya meninggalkan jejak kehancuran.


Petugas dinas pertanian kabupaten Manggarai Timur saat melakukan pengendalian hama Belalang di desa Compang Ndejing, Selasa (22/6/2021) malam. (Foto: FEC Media).



"Kemarin dulu di persawahan Loba, kemarin di Padang Bondei, hari ini di Compang Ndejing, jika sudah tak ada lagi makanan yang tersisa mereka pindah ke sumber makanan lainnya," katanya.


Untuk menanggulangi serangan hama yang lebih parah lagi, petugas penyuluhan lapangan pemerintah daerah setempat berupaya melakukan pengendalian pada malam hari. Karena saat malam hari, belalang tidak berpindah ke lokasi lainnya.


"Karena Belalang ini tidak akan berpindah di malam hari," tukasnya.