Iklan

 




FEC Media
3 Jun 2021, 20.39 WIB
Hukrim

Investasi Bodong Bernilai Puluhan Miliar di Ende, Kejari Ende Tetapkan Muhammad Badrun Jadi Tersangka

 

Tersangka Muhammad Badrun saat digiring ke Tahanan (Foto: Rian Laka)



Ende, Floreseditorial.com - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende, akhirnya menetapkan Muhammad Badrun, Direktur PT. Asia Dinasti Sejahtera (ADS), dalam kasus praktik Investasi Bodong di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (3/6/2021).


Usai ditetapkan sebagai tersangka, Badrun langsung ditahap pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende.


Pria yang berhasil menggerus uang masyarakat sebesar 20 Milliar lebih ini akhirnya  digiring ke sel tahanan Mapolres Ende.


Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ende, Romlan Robin melalui Kepala Seksi Perdata dan Tata Negara (Kasidatum) Kejari Ende, Slamet Pujiono menjelaskan, tersangka akan ditahan selama 20 hari ke depan untuk selanjutnya menjalani persidangan.


Muhammad, terancam hukuman 15 tahun penjara sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 Tentang Perbankan.


“Alasan subyektif dan obyektif penahanan agar tersangka tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mempercepat persidangan. Kita usahakan sebelum 20 hari akan dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan,” kata Pujiono.


Ia menjelaskan, selain menahan tersangka, Kejari Ende juga menyita rekening milik tersangka. Selain itu, lanjut Pujiono, Kejari Ende juga menyita sejumlah uang tunai senilai 1,139 miliar rupiah, dan sejumlah barang bukti lainnya.


Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Ditreskrimsus Polda NTT) berhasil membongkar praktik investasi bodong Kabupaten Ende dengan menangkap Direktur PT. Asia Dinasti Sejahtera (ADS), MB


Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto di Kupang, Rabu (2/6/2021) mengatakan, sejak beroperasi pada 10 Februari 2019, PT. ADS mengumpulkan 1.800 nasabah dengan total dana yang terkumpul mencapai Rp28.078.500.000.


Laporan: Rian Laka