SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Jumlah Pasien Penderita COVID-19 di Ende Meningkat

Iklan

 


Rian Laka
19 Jun 2021, 20.34 WIB
Covid-19

Jumlah Pasien Penderita COVID-19 di Ende Meningkat


Ilustrasi Covid -19 (Foto : pixaby)



Ende, Floreseditorial.com –Jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meningkat.



Data yang dihimpun media ini, Jumat (18/6/2021), pasien terkonfirmasi positif covid-19 berdasarkan hasil swab PCR sebanyak 102 orang, dengan rincian, Kecamatan Wolowaru sebanyak delapan orang, Kecamatan Kelimutu 12 orang, Kecamatan Ndona, Kecamatan Ende Utara dan Kecamatan Kota Baru masing–masing sebanyak satu orang.



Selanjutnya, di Kecamatan Ende Timur 21 orang, Kecamatan Ende Tengah 23 orang, Kecamatan Ende Selatan lima orang, Kecamatan Maurole 20 orang, Kecamatan Lepkes dua orang, dan Kecamatan pulau Ende sebanyak delapan orang. Diketahui, jumlah pasien terkonfirmasi ini merupakan hasil penambahan 13 orang dari hari sebelumnya.


Menanggapi penyebaran pasien Covid-19 di Kabupaten Ende ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ende, Vinsensius Sangu, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Ende agar serius dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.


Menurut Vinsen, penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ende kini sudah masuk hingga ke desa–desa khususnya di wilayah utara Kecamatan Maurole.


Terkait penyebaran Covid-19 di Kecamatan Maurole, Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu menjelaskan, fakta real terjadi di Kecamatan Maurole, yakni angka positif melonjak tinggi, dan terdapat sejumlah tenaga kesehatan (nakes) juga positif covid-19. Ia mengungkapkan, virus corona telah memakan korban hingga meninggal dunia.


Karena itu, Vinsen Sangu meminta, agar Pemda Ende jangan menjadi penonton yang pasif di tengah meningkatnya angka penderita covid-19. Ia menjelaskan, Pemda Ende perlu untuk bertindak cepat agar dapat mengendalikan penyebaran, dan peningkatan pasien covid-19 di Kecamatan Maurole, dan Kabupaten Ende yang terus mengalami peningkatan.


"Ya kalau tidak segera ditindak, pemerintah daerah kabupaten ende dan tim gugus tugas penanganan covid-19 turun tangan, maka angka positif covid 19 di Kecamatan maurole dan kawasan utara kabupaten ende akan terus melonjak tinggi". Ujar Vinsen, Sabtu (19/6/2021).


Menurut Vinsen, Pemda Ende dan Tim Gugus Tugas Kabupaten Ende segera memimpin dan menangani langsung penanganan covid 19 khusus di Kecamatan Maurole, karena saat ini sejumlah tim penanganan covid 19 di kecamatan Maurole telah terkonfirmasi covid-19 karena tidak dilengkapi dengan keterampilan, sarana pendukung (APD) maupun pengetahuan yang memadai. 


Ia mendesak, agar Pemda Ende segera memperbanyak swab antigen ke kecamatan maurole untuk penanganan swab kepada masyarakat maurole terutama kepada orang-orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien covid-19. 


Ia juga mendesak segera memperpanjang masa istirahat pelayanan puskesmas maurole karena banyak tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi pasien positif covid–19.


Selain itu, Vinsen juga mendesak Bupati Ende untuk mengeluarkan kebijakan khusus di wilayah kecamatan maurole untuk menghentikan pelayanan publik di kecamatan maurole seperti kantor pemerintah, bank, pasar, sekolah, dan segala bentuk kegiatan yang menimbulkan kerumuan warga, sehingga pola dan peta penyebaran covid 19 bisa dikendalikan.


Selain itu, menurutnya, Kecamatan Maurole adalah cerminan kondisi wilayah yang terdampak covid -19 tetapi jauh dari pusat administrasi pemerintah daerah maupun pusat sekretariat Satgas Gugus Tugas Penanganan Covid 19 kabupaten Ende. 


Untuk itu, sebagai wajah pelayanan dan perhatian dari pemerintah kabupaten, dirinya berharap, pemerintah bergerak cepat dan bertindak tepat dalam penanganan covid 19 agar rakyat dan daerah kita dapat selamat dari ancaman kematian covid 19.


Kekosongan Kadinkes, Kepala BPBD, Satuan Pamong Praja harus segera Terisi


Dia mengatakan, dengan lemahnya pola manajemen penanggulangan terhadap penanganan covid-19 di Kabupaten Ende, pemerintah segera melakukan introsleksi secara jujur, dan mendalam atas kekosongan Kadis defenitif di Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ende, dan Satuan Polisi Pamong Praja.


Menurutnya, kekosongan ini diharapkan tidak memandang remeh dan tidak menganggap enteng, sekalipun secara tata regulasi dibolehkan untuk dijabat seorang pelaksana tugas. Karena secara ideologis, administrarif negara dan yuridis, sesungguhnya pelaksana tugas atau pejabat sementara punya kelemahan, baik dari pembatasan durasi waktu tertentu tapi juga kewenangan dalam menjalankan jabatan yang di emban.


Selain itu pula, pelaksana tugas atau pejabat sementara, secara psikologi dan sosiologis-empiris birokrasi pemerintahan, faktor kepangkatan dan golongan menjadi faktor berpengaruh bagi staf terhadap ketaatan menjalankan arahan, dan kebijakan yang dilahirkan.


"Sekali lagi, atas nama Rakyat yang saya wakili, saya meminta pak Bupati ende, untuk segera mengisi kekosongan kadis kesehatan, kalak BPBD, dan Kepala Satpol PP dengan pimpinan defenitif, karena ketiga institusi tersebut adalah institusi terdepan dalam memimpin perang melawan covid 19," tutupnya.