SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Kadis PMPTSP Matim Sebut Pancaran Mart Kembur Tidak Boleh Menjual Sembako, Baba Frit: Pemerintah Tak Punya Hak Mengatur

Iklan

 


FEC Media
28 Jun 2021, 19.44 WIB
EkbisNews

Kadis PMPTSP Matim Sebut Pancaran Mart Kembur Tidak Boleh Menjual Sembako, Baba Frit: Pemerintah Tak Punya Hak Mengatur

Kadis PMPTSP Matim Aleksius Rahman (Kiri) - Owner Pancaran Mart, Baba Frit (Kanan) 


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Kepala Dinas (Kadis) Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Aleksius Rahman, menjelaskan, pemerintah daerah kabupaten Manggarai Timur (Matim) telah membahas perihal rencana  Pancaran Mart yang akan membuka unit usaha baru di wilayah kembur, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong.


Menurutnya, pemerintah akan memberikan izin pada managemen Pancaran Mart untuk membuka cabang tersebut tetapi diarahkan untuk menjual barang-barang elektronik atau barang bangunan lainnya selain sembako.


“Pancaran Mart boleh membuka cabang, tetapi diarahkan untuk menjual barang-barang elektronik atau barang bangunan lainnya selain sembako, supaya tidak mematikan usaha kecil masyarakat Kembur disekitar lokasi Pancaran Mart.” Jelas Kadis Rahman belum lama ini.



Menanggapi hal tersebut, Baba Frit, owner Pancaran mart menjelaskan, pemerintah tidak memiliki kapasitas untuk melarang managementnya dalam hal jenis usaha yang akan dijual.



“Pancaran Mart kembur akan jual Sembako tidak mungkin jual barang elektronik, Pemerintah tidak punya hak mengatur, intinya kita tetap buka, kita jual sembako di sana,” tegas Baba Frit, Senin (28/6/2021).


Sebelumnnya, Antonius Sau, Tua Golo Kembur, dalam keterangan yang diperoleh media ini menjelaskan, masyarakat setempat dan pelaku UKM menolak rencana Monopoli usaha sembako milik Manajemen Pancaran Mart di Kembur.


Kata dia, kehadiran Pancaran Mart berpotensi mematikan pelaku usaha kecil dan menengah di sekitar wilayah tersebut.


“Apalagi, pemilik Pancaran Mart bukan warga kembur, kehadiran Pancaran Mart berpotensi mematikan pelaku usaha kecil dan menengah di wilayah tersebut dan terancam gulung tikar,” katanya.