Iklan

 




FEC Media
9 Jun 2021, 13.09 WIB
Ekbis

Koperasi Harian, Garda Terdepan Penjaga Ketahanan Ekonomi Pelaku UKM Pasar Borong

Ilustrasi tagihan Koperasi Harian. (Net)


Borong, Floreseditorial.com - Koperasi Harian, begitulah segelintir orang menyebutkan mereka yang kerap datang melakukan penagihan setiap harinya di Pasar Borong. Dengan gaya yang khas, menggunakan sepeda Motor Honda Revo dan berpakayan Semi Formal, mereka akrab disebut Pegawai Koperasi Harian, oleh para pedagang.


Meski kerap disebut sebagai rentenir karena suku bunga yang tinggi, nyatanya, banyak pelaku usaha kecil dan mengah (UKM) di Pasar Borong yang ‘akrab’ dengan pegawai Koperasi harian karena bantuan dana yang cepat dan tidak ribet.


Demikian yang dikisahkan Maria, salah seorang pedagang yang sejak tahun 1999, sudah bekecimpung di Pasar Borong.


“Jatuh bangun saya berdagang, saya banyak ditolong oleh Koperasi Harian. Tidak ribet, pencarian mudah, penagihan bisa dibicarakan, bisa dinegosiasikan,” katanya mengawali diskusi bersama Wartawan di Lapak miliknya di Pasar Borong, Rabu (09/6/2021).


Meski tak jarang, beberapa pedagang sering ribut dengan pegawai Koperasi Harian, namun dirinya menjelaskan bahwa hal tersebut  biasa terjadi.


“Kadang pasar sepi, saat penagihan mereka marah-marah. Itu biasa, tetapi saat pasar ramai, kami bayar kembali seturut keadaan pasar. Kalau angsuran 50 ribu per hari dan kami cuma membayar 25 ribu atau 30 ribu, itu sudah sering dan akan mereka terima,” kisahnya.


Dirinya menyadari, suku bunga tinggi yang diberlakukan oleh Koperasi Harian. Namun, mekanisme pembayaran yang bisa dinegosiasikan, membuat Ia dan beberapa pedang di pasar Borong lebih memilih meminjam di Koperasi Harian.


“Koperasi harian kerap memberikan bantuan modal usaha bagi para pedagang di Pasar Borong.  Mereka tidak ribet, cuma bermodal Fotocopy KTP, uang cair,” katanya.


Menurutnya, hampir semua pedagang di Pasar Borong pernah pinjam uang di Koperasi harian. 


“Bisa dibilang, mereka lebih dekat dengan Kami para pedagang di pasar Borong,” kisahnya.


Bantu Biaya Sekolah


Ia menceritakan, pernah sekali waktu, anaknya dilarang ikut Ujian sekolah karena keterlambatan uang SPP. Berkat bantuan dana cepat dari Koperasi Harian, anaknyapun diperbolehkan mengikuti ujian dan telah tuntas menyelesaikan pendidikan SMAnya.


“Nati laku dari pasar, baru bayar cicilan ke mereka, (Koperasi harian,red), bisa dibilang anak saya tamat SMA karena Koperasi harian, karena dana dari mereka, anak saya bisa ikut ujian,” kata Maria.


Trauma dengan Bank


Maria menceritakan, dahulunya, ia pernah bermitra dengan salah satu bank di Borong sebagai debitur. Namun karena satu dan lain hal, dirinya macet dalam melakukan pembayaran.


“Saya disurati oleh Bank dan diancam akan dilaporkan ke kejaksaan. Saya waktu itu panik, karena saya tidak mau masuk penjara, sejak saat itu, saya lebih dekat dengan Koperasi harian, saya agak takut kembali jadi debitur bank, takut masuk penjara pak” katanya.


Ibu 3 anak itu menjelaskan, saat ini, koperasi Harian, layak disebut sebagai garda terdepan penjaga ketahanan ekonomi para pelaku UKM di Pasar Borong.


“Kami lebih dekat dengan mereka saat ini,” tutup Maria.