SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Manggarai Timur Menuju Smart City

Iklan

 


FEC Media
22 Jun 2021, 11.17 WIB
News

Manggarai Timur Menuju Smart City

Pembukaan Bimtek dilaksanakan pada Senin (21/6/21) oleh Sekretaris Daerah, Ir. Boni Hasudungan Siregar, bertempat di Aula Setda Kabupaten Matim di Lehong. (Foto: Ist)




Borong, Floreseditorial.com - Bimbingan Teknis Tahap I dengan agenda Penyusunan Master Plan Kota Cerdas (Smart City) dan Quick Win Program Unggulan Kabupaten/Kota, pada Kawasan Pariwisata Prioritas Nasional dan Kawasan Ibu Kota Negara Baru Tingkat Kabupaten Manggarai Timur (Matim), dilaksanakan selama dua hari pada 21 dan 22 Juni 2021.


Pembukaan Bimtek dilaksanakan pada Senin (21/6/2021) oleh Sekretaris Daerah, Ir. Boni Hasudungan, bertempat di Aula Setda Kabupaten Matim, di Lehong. 


Bimtek ini diikuti oleh Dewan Penggerak dan Tim Pelaksana Gerakan Kabupaten Matim menuju Smart City. 


Sekda Matim, Bony Hasudungan Siregar, dalam keterangan yang diterima media ini menjelaskan, berdasarkan Hasil Seleksi Assesmen Gerakan menuju Smart City, Kabupaten Matim terpilih untuk mengikuti program Gerakan Menuju Smart City pada Kawasan Pariwisata Prioritas dan Ibu Kota Negara Baru. 


Pemda Matim juga telah menandatangani Nota Kesepakatan dengan Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo tentang, Implementasi Gerakan Menuju Kota Cerdas Kabupaten Manggarai Timur pada Kawasan Pariwisata Priorotas Nasional Labuan Bajo. 


Nota kesepahaman ini kemudian ditindaklanjuti dengan Pembentukan Tim Pelaksana Gerakan Kabupaten Manggarai Timur Menuju Smart City, dan Pembentukan Dewan Penggerak Kabupaten Manggarai Timur Menuju Smart City. 


“Pemerintah dan masyarakat Manggarai Timur harus benar-benar mempersiapkan diri menjadi bagian dari Smart City. Diantaranya dengan menyusun Rencana Induk (master plan) Smart City Kabupaten Matim, ini yang menjadi salah satu tujuan dilaksanakannya bimtek ini,” kata Sekda Bony.


Kendati demikian, pihaknya mengakui Kendala yang dihadapi saat ini adalah signal yang tidak stabil.


“Semoga dengan menjadi bagian dari Smart City, perlahan masalah ini akan segera teratasi," tukasnya.


Untuk diketahui, Smart City sendiri merupakan sebuah upaya mendorong Pemerintah Daerah untuk membangun wilayahnya dengan memanfaatkan teknologi komunikasi. 


Smart City memiliki 6 pilar utama yaitu; Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart People dan Smart Environment.