SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Polisi Tetapkan Pelaku Pengancaman dan Percobaan Pembunuhan Terhadap Wartawan di Matim Sebagai Tersangka

Iklan

 


FEC Media
16 Jun 2021, 19.36 WIB
HeadlineHukrim

Polisi Tetapkan Pelaku Pengancaman dan Percobaan Pembunuhan Terhadap Wartawan di Matim Sebagai Tersangka

Ilustrasi



Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Romanus Dadu, pelaku pengancaman dan pencobaan pembunuhan terhadap Nardi Jaya, Wartawan Media Online asal Ranameti, Kelurahan Rongga Koe, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur, telah ditetapkan sebagai tersangka.


Penetapan tersangka pada pria yang kerap meresahkan warga di Kampung tersebut itu, diketahui berdasarkan SP2HP (Surat Perkembangan Pemberitahuan Hasil Penyelidikan) yang salinannya diperoleh media ini.


Kapolsek Waelengga, IPTU Ketut Kantun, dalam SP2HP tersebut, mengatakan, penetapan tersangka pada Romanus Dadu, dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/06/V/2021/Ntt/Res Matim/Sek Kota Komba, pada tanggal 15 Mei 2021 dan telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai.



"Penyidik telah mengirimkan Berkas perkara Tersangka atas nama Romanus Dadu untuk diteliti lebih lanjut," kata IPTU Ketut, Kapolsek Kota Komba, dalam keterangan yang diperoleh media ini, Rabu (16/6/2020).


Menurutnya, saat ini, pihaknya tengah menunggu petunjuk dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).


"Misalnya ada kekurangan dalam berkas perkara yang telah dikirim untuk dilengkapi," katanya.


Sebelumnya, Romanus Dadu, terpaksa dibekuk aparat Kepolisian Sektor Wae Lengga, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) karena mengancam akan memperkosa YE, seorang Ibu Rumah tangga.


Tak hanya itu saja, Romanus Dadu itu bahkan nyaris membunuh, Nardy Jaya, suaminya, untung saja, aksinya tersebut dapat dilerai.


Ditemui di Borong, Sabtu (15/5/2021) lalu, Nardi Jaya, menjelaskan bahwa, pada Jumat (14/5/2021), saat itu dirinya sedang berada di Borong.


“Pelaku yang dalam keadaan mabuk memaki-maki istri saya. Ia bahkan mengancam akan memperkosa istri saya,” kata Nardy.


Ia menjelaskan, setelah mendapat laporan dari istrinya, ia pun pulang.


“Saya ditelepon istri saya untuk pulang ke rumah karena tidak nyaman dengan tindakan pelaku. Sesampainya di rumah, istri saya menceritakan apa yang telah terjadi,” jelasnya.


Sekitar pukul 20:30, dirinya ke luar rumah untuk mencari signal.


“Saya cari signal tepatnya di pertigaan jalan tengah kampung, tiba-tiba adik saya, Pankrasius Jaya, berteriak bahwa ada seseorang datang dengan membawa sebilah parang. Saya langsung berdiri dan menoleh ke arah belakang. Adik saya yang dalam keadaan panik mencoba untuk menghentikan niat pelaku. Namun, akhirnya dia terkena sabetan parang saat pelaku mengamuk. Adik saya mengalami luka serius di bagian Tangan dan leher,” beber Nardy.


Dalam keadaan panik, ia pun berteriak minta tolong. Warga sekitarpun datang melerai dan mengambil parang dari tangan pelaku.


Usai kejadian tersebut, ia dan adiknya bergegas menuju ke Polsek Waelengga. 


“Sampai di Kantor Polisi, Anggota piket yang bertugas, langsung mengarahkan kami ke puskesmas Waelengga agar adik saya mendapat pertolongan pertama dan petugas Medis langsung menangani luka pada adik saya. Petugaspun mengarahkan kami untuk tetap melakukan Visum di Puskesmas Borong,” ungkap Nardy.