Iklan

 




FEC Media
6 Jun 2021, 14.13 WIB
Hukrim

Pria di Belu Ditemukan Tewas di Dalam Kamar, Polisi: Diduga Terkena Serangan Jantung

Ilustrasi (net)



Kupang, Floreseditorial.com - HKB (39), pria asal Halilulik, Kabupaten Belu, ditemukan meninggal dunia dikamar tidurnya di Dusun I, Desa Baumata Pusat, Kecamatan Taebenu, RT 001/RW 003, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.




Menurut identifikasi Aparat Polsek Kupang Tengah, wilayah hukum Polres Kupang, korban diduga meninggal karena mengalami serangan jantung. Hal terseebut menurut keterangan Kapolres Kupang, AKBP Aldinan Manurung, melalui Kapolsek Kupang Tengah, IPDA Elpidus Kono Feka, kepada media, Sabtu 5 Juni 2021.





Saksi dari penemuan mayat korban Debi Sulastri Mokari (38) merupakan istri korban, dan Nando Endino Woulele (18) anak kandung korban.





Kapolsek Kupang Tengah, Elpidus Kono Feka, menjelaskan kronologi kejadian yakni, pada Rabu (2/6/ 2021), sekitar pukul 15.00  Wita, korban pergi kontrol penyakit jantung dan darah tinggi yang dialaminya di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang, dan hal inipun korban memberitahukan kepada istri dan anaknya.





Setelah selesai kontrol, korban pulang ke rumahnya, sedangkan  istri dan anaknya saat itu sedang berada di Kelurahan Koenino, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang menghadiri acara duka.





Lalu, pada Kamis, (03/6/2021), sekitar pukul 21.30 wita, istri korban menghubungi Korban  via telepon namun tidak ada jawaban.





Keesokan harinya, Jumat,(4/6/2021), sekitar pukul 20.30 wita, istri dan anak korban pulang kerumah untuk mengecek korban. Ketika istri dan anaknya  masuk ke dalam kamar, ditemukan Korban sudah tidak bernyawa, dengan posisi tidur tengkurap, serta pada mulut korban mengeluarkan darah.





Melihat kejadian tersebut, istri dan anak korban langsung melaporkan kepada tetangga, Pos Pol Baumata serta Polsek Kupang Tengah.





Setelah mendapatkan laporan tersebut, Kapolsek Kupang Tengah, Ipda Elpidus Kono Feka, bersama anggota, mendatangi TKP dan melakukan koordinasi dengan Kepala  Spkt Polres Kupang, Ipda Mansur Saleh, serta Tim Identifikasi Polres Kupang, dan Tim medis Puskesmas Baumata, untuk melakukan  olah TKP.





"Dari hasil pemeriksaan medis,  tidak ditemukan tanda  - tanda kekerasan pada tubuh Korban. Ada Darah yang keluar dari mulut dan hidung korban yang diakibatkan karena pecah pembuluh darah, yang dimana korban memiliki riwayat penyakit jantung dan darah tinggi. Istri korban menerima kematian korban karena sakit, sehingga tidak perlu dilakukan autopsi terhadap mayat korban," tutup Elpidus.