SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Proyek Dengan Pagu Nyaris Setengah Miliar di Desa Rana Mbeling Disinyalir Bermasalah, Polisi Diminta Turun Tangan

Iklan

 


FEC Media
25 Jun 2021, 10.36 WIB
HeadlineHukrim

Proyek Dengan Pagu Nyaris Setengah Miliar di Desa Rana Mbeling Disinyalir Bermasalah, Polisi Diminta Turun Tangan

Sisa material proyek yang terbengkalai di lokasi proyek yang didokumentasikan wartawan waktu lalu (Foto : ist)



Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Aparat Kepolisian Resor Manggarai Timur (Polres Matim) diminta segera menerbitkan Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) terhadap dugaan korupsi Proyek pengadaan jaringan Air minum di desa Rana Mbeling, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).


Proyek desa dengan pagu anggaran sebesar Rp.471.172.000 di Kampung Ngusu, yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2019 itu disinyalir bermasalah sejak proses perencanaan awal hingga pengadaan material yang disebut-sebut telah terjadi markup dalam jumlah besar.


Proyek dengan perencanaan yang amburadul itu turut memberikan kontribusi buruk bagi pengembangan sarana tersebut, hingga menyebabkan air tidak dapat dinikmati oleh masyarakat.


Sumber floreseditorial.com, dalam keterangannya kepada media. pada Jumat (25/6/2021), menjelaskan, titik mata air proyek tersebut berada di dataran rendah, sehingga air tidak dapat dialirkan ke pemukiman warga karena berada di dataran yang lebih tinggi.


Masyarakat menduga, ada unsur kesengajaan dan niat korupsi dalam proyek tersebut.


“Sudah tau airnya di titik yang lebih rendah, kenapa masih dianggarkan, pagu anggaran proyeknya fantastis sekali, hampir setengah miliar, Kami minta polisi untuk segera memanggil PLT. Kepala Desa, dan pihak lain yang turut berkontribusi dalam perencanaam proyek tersebut, karena ada dana yang dikucurkan dari APBDes tetapi hasilnya tidak dapat dinikmati masyarakat” pinta sumber yang enggan namanya dimediakan itu.


Menurutnya, jika ditemukan indikasi kerugian Negara, Polisi diharapkan untuk menerbitkan Sprindik terhadap kasus itu dan melakukan penyidikan.


“Karena dana Desa dikucurkan, tetapi hasilnya tidak ada,” tandasnya


Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Manggarai Timur, Gaspar Nanggar, melalui Kepala Bidang pembangunan Desa, Narsi Baharu, mengaku belum mendapatkan laporan terkait proyek bermasalah itu.


Namun Ia memastikan akan meminta penjelasan dari PLT. Kepala Desa Rana Mbeling, Primus Adil, dan para pihak terkait proyek yang telah menelan anggaran Dana Desa hingga nyaris menyentuh angka setengah Miliar itu.