SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Sales Medi: “Semakin Kritis di Lembaga Dewan, Semakin Banyak Musuh”

Iklan

 


FEC Media
28 Jun 2021, 16.21 WIB
News

Sales Medi: “Semakin Kritis di Lembaga Dewan, Semakin Banyak Musuh”

 

Anggota DPRD Manggari Timur, Salesius Medi. (Foto: Ist)

Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Pernyataan mengejutkan dilontarkan Salesius Medi, salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Manggarai Timur (Matim), saat rapat paripurna pada Senin (28/6/2021), di aula sidang utama DPRD Matim.


Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kabupaten Matim itu mengungkapkan, semakin kritis seorang anggota Dewan menyoroti program pemerintah daerah, maka anggota dewan yang bersangkutan akan semakin dimusuhi.


“Semakin kritis di Lembaga Dewan, semakin banyak musuh,” kata Salesius Medi saat menghadiri sidang dengan agenda Penandatanganan Berita Acara bersama DPRD dan Bupati atas Ranperda Penanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020.


Dikonfirmasi usai Paripurna, Sales Medi menjelaskan, beberapa kebijakan Pemerintah daerah tentu baik adanya, namun, ada beberapa kebijakan yang dinilai tidak pro Rakyat yang menuai kritikan dan sorotan dari Lembaga DPRD. 


“Kritikan dan sorotan lembaga DPRD ini  kemudian dijadikan isu, oleh OPD untuk menjelekkan lembaga DPRD di Masyarakat, sehingga Lembaga DPRD dan oknum DPRD yang getol mengkritik akan dibenci oleh Masyarakat. Padahal kita, menyuarakan hal-hal penting demi kepentingan Rakyat,” katanya.


Untuk diketahui, Sales Medi merupakan salah satu anggota DPRD kabupaten Matim yang getol menyoroti sejumlah program pemerintah daerah kabupaten Matim yang dinilai kurang berpihak pada kepentingan masyarakat.


Medi sendiri merupakan salah satu politisi PDI Perjuangan yang digadang-gadang akan dicalonkan menjadi wakil Bupati saat Pilkada 2024 mendatang.


Di internal tubuh PDI Perjuangan sendiri, Sales Medi akan bersaing dengan Marselis Sarimin yang disebut-sebut akan dicalonkan menjadi Bupati dalam kontestasi Pilkada Matim.