SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Bocah di Boawae Tewas Setelah Digigit Anjing Rabies

Iklan

 


FEC Media
17 Jul 2021, 20.31 WIB
anjing RabiesNews

Bocah di Boawae Tewas Setelah Digigit Anjing Rabies

Ilustrasi anjing Rabies. (Net)


Nagekeo, Floreseditorial.com - Bocah laki-laki (7) asal Kelurahan Olakile, Kecamatan Boawae meninggal dunia di Puskesmas setempat, setelah digigit anjing rabies, Jumat (16/7/2021), sekitar pukul 15:30 Wita.



Korban masuk Intalasi Gawat Darurat (IGD) pada 15 Juli 2021 dengan gejala keringat banyak, peka terhadap suara, sulit telan air liur berlebihan, peka pada sinar mata hari, dan takut akan air. 



Kabag Humas Setda Ngada, Silvester Teda, mengatakan, bekas gigitan anjing tersebut sudah dicuci dengan sabun dan ditaburi tepung kopi, namun tidak diberikan vaksin anti rabies.


"Sementara anjing yang gigit korban sudah dibunuh dan dimakan oleh anggota keluarga," ungkapnya,Jumat 16 Juli 2021 malam.


Silvester mengatakan, ketika ditanya, ibunya pernah mendengar anjuran bidan di Posyandu Olakile bahwa jika ada yang digigit anjing, maka diminta segera dicuci dan dibawa ke puskesmas untuk mandapat vaksin.


"Ibunya menjawab sudah pernah mendengar anjuran bidan, sehingga mereka langsung mengantar anak ke Puskesmas," ungkapnya.


Silvester menambahkan, jumlah orang yang melakukan kontak erat dengan korban sebanyak sembilan orang dan sudah ditangani oleh petugas Puskesmas Boawae.


"Saat ini sedang mengurus pemulasaran jenazah," terangnya.


Silvester mengatakan, ditengah perjuangan menghadapi pandemi covid-19, Pemerintah Kabupaten Nagekeo diperhadapkan lagi dengan kasus rabies. 


Untuk itu, masyarakat harus waspada ketika memelihara hewan ternak anjing, sehingga tidak terkena rabies.


"Juga penting supaya segera mendapatkan var bila ada kasus gigitan anjing. Jangan terlalu harap pada ramuan atau obat alternatif non-medis," ungkapnya.