Iklan

 


FEC Media | Verified Writer
26 Jul 2021, 11.16 WIB
NewsPPKM

Bupati Lounching Penyaluran Beras PPKM, Matim Dapat Jatah 296 Ton

Secara simbolis, Bupati Matim menyerahkan Bantuan Beras PPKM. (Foto: FEC Media)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Manggarai Timur (Matim) memperoleh Jatah Bantuan Beras Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  (BBPPKM) Tahun 2021 sebanyak 296 Ton. 


Bantuan tersebut disalurkan melalui Badan Urusan  Logistik (Bulog) Divre Manggarai bekerjasama dengan Kantor Pos Ruteng. Bantuan disalurkan kepada 29.652 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) di wilayah Kabupaten Matim.


Bupati Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas, turut menghadiri Lounching Perdana Bantuan Beras PPKM 2021 di aula Kantor Camat Borong, Senin (26/7/2021) yang ditandai dengan penyerahan secara simbolis oleh Bupati Manggarai kepada 5 perwakilan penerima manfaat.


Bupati Matim menjelaskan, bantuan tersebut diharapkan dapat disalurkan secara cepat dan tepat.


“Bantuan beras yang disalurkan diharapkan dapat disalurkan secara cepat dan tepat kepada kelurga penerima manfaat,” kata Bupati Matim.


Bupati Agas juga mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin dalam menjalankan prokes COVID-19 di masa PPKM ini, membatasi kegiatan yang tidak perlu.


“Tetap menerapkan protokol kesehatan, selalu pakai masker, cuci tangan memakai sabun, dan jaga jarak, selain disiplin protokol kesehatan,” pesannya. 


Bupati Matim juga mengimbau agar masyarakat untuk menghentikan pesta, dan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang.


“Jangan dulu pestah - pestah, tidak dilarang, tapi ditunda dulu sementara sampai pandemi ini mereda dulu,” tegas Bupati Matim.


Senada disampaikan Kepala Perum Bulog Ruteng, I Putu Suantara. Menurutnya, bantuan PPKM merupakan bantuan dari pemerintah pusat. Perum Bulog hanya bertugas menyalurkan beras bantuan tersebut. 


"Terkait bantuan PPKM, merupakan bantuan dari pusat," tuturnya. 


Dari sisi aturan, lanjutnya, Bulog bertanggung jawab ketika barang itu keluar dari gudang. Setelah Bulog menyerahkannya ke pihak Kantor Pos, maka secara fisik sudah menjadi tanggung jawab pihak Kantor Pos.