SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Di Matim, Dirawat Karena Digigit Anjing Rabies, Meninggal Dunia Karena Covid-19

Iklan

 


FEC Media
19 Jul 2021, 21.55 WIB
anjing RabiesHeadline

Di Matim, Dirawat Karena Digigit Anjing Rabies, Meninggal Dunia Karena Covid-19

Ilustrasi. (Net)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com – Yuliana (40), Korban gigitan anjing Rabies, Warga asal menge, Desa Leong, Kecamatan Lambe Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang beberapa waktu lalu pernah digigit anjing rabies dinyatakan meninggal dunia, Minggu (18/7/2021) kemarin.


Ia dinyatakan meningal dunia akibat Terkinfirmasi Covid-19.


Kepala Puskesmas Mano, Paskalis S. Jangkar, menjelaskan, Yuliana, meninggal dunia akibat terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil Rapid Antigen. 


“Sedangkan jenis variannya kita belum tahu karena dia datang sendiri ke puskesmas mano. Dia pernah digigit anjing rabies. Suspek rabies," ujar Paskalis, Senin (19/7/2021).


Paskalis menjelaskan, saat sudah ada reaksi karena digigit anjing rabies, YL kemudian mendatangi puskesmas Mani. 


“Saat dirapid antigen, ia terkonfirmasi positif Covid-19,” katanya.


Setelah meninggal, katanyanya iebih lanjut, Ia langsung ditangani oleh gugus tugas covid-19 Matim untuk dilakukan pengemasan Jenazah hingga pemakaman," tambah Paskalis.


Sebelum masuk ke Puskesmas Mano, lanjut Paskalis, YL sempat nginap semalam di salah satu rumah keluarganya di Pelus, Mano. 


Ia menjelaskan, semua anggota keluarga akan segera dilakukan rapid test antigen.


"Dia sempat bermalam di keluarga di Mano. Tim kami dari puskesmas mano telah melakukan tracking kepada keluarga yang kontak erat dengan pasien dan kita telah memberikan edukasi untuk isolasi mandiri selama 5 hari kedepan," tambah Paskalis.