SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
"Festival Panen Hasil Belajar", Bupati Djafar Apresiasi Terobosan Dinas P&K Ende

Iklan

 


Rian Laka
4 Jul 2021, 10.13 WIB
Pendidikan

"Festival Panen Hasil Belajar", Bupati Djafar Apresiasi Terobosan Dinas P&K Ende

 

Kegiatan Pembukaan Festival Panen Hasil Belajar Program Pendidikan Guru Tahun 2021 berlangsung di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende. Sabtu, (3/6/2021) (Foto : ist)


Ende, Floreseditorial.com - Festival Panen Hasil Belajar Program Pendidikan Guru Penggerak Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, mendapat apresiasi dari Bupati Ende, Djafar Achmad, atas terobosan baru di sektor pendidikan tingkat Kabupaten Ende. 


Hal ini disampaikan Bupati Ende, Djafar Achmad, saat membuka acara Festival Panen Hasil Belajar Program Pendidikan Guru Tahun 2021, di Aula Kantor Dinas P&K. Sabtu, (3/6/2021).


Dalam sambutan, Bupati Djafar menyampaikan perkembangan Teknologi Informasi (TIK) dan komunikasi semakin canggih, tentunya menuntut setiap orang untuk mengembangkan pengetahuan serta skill yang dimiliki, tidak terkecuali para guru.


Menurutnya, guru penggerak saat ini adalah orang-orang pilihan yang telah melalui berbagai tahapan proses penilaian dan seleksi ketat.


Djafar berharap, dengan festival, dapat mencetak peserta didik yang cerdas secara akademis, serta membawa perubahan pada kualitas pendidikan di Kabupaten Ende agar lebih baik dan berkembang.


"Saya juga mengajak agar para guru tetap semangat dan terus belajar, jangan hanya peserta didik, karena belajar tidak berhenti pada titik tertentu tetapi harus belajar sepanjang waktu dan setiap hari adalah proses belajar,'' ujar Bupati Djafar.


Senada, Kadis P & K Ende, Mensi Tiwe menerangkan, kegiatan yang telah berlangsung sejak 24 Oktober 2020 lalu, melibatkan 28 orang guru penggerak yang terdiri dari satu orang guru TK, delapan orang guru SD, delapan orang guru SMP dan 11 orang guru SMU.


Realisasi Dukungan Konsep Merdeka Belajar Ditengah Pandemi Covid-19


Mensi mengatakan, kegiatan ini merupakan realisasi dukungan konsep merdeka belajar yang dicanangkan Kemendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, dalam rangka menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui kebijakan yang menguatkan peran seluruh insan pendidikan di Indonesia.


Konsep ini harus menyesuaikan kondisi dimana proses belajar mengajar berjalan, baik sisi budaya, kearifan lokal, sosial ekonomi maupun infrastruktur, dan kegiatan ini pun merupakan percepatan implementasi dari merdeka belajar 

dan jangan lupa bahwa proses rekruitmen calon guru penggerak ini pun tidak mudah, karena secara langsung ditangani pihak Kementrian.


Untuk itu, Mensi berharap, dari 28 orang calon Guru penggerak ini dapat menjadi pilot bagi guru konvensional lainnya di sektor pendidikan tingkat Daerah Kabupaten Ende.


Kadis Menssi menjelaskan, festival ini merupakan finalisasi aktualisasi calon guru penggerak selama tujuh bulan mereka digembleng, sehingga dapat menjadi barometer kemampuan calon guru penggerak, apakah terserap secara baik atau tidak.


Diharapkan calon guru penggerak dapat menularkan kepada guru konvensional lainya untuk dapat mengubah metode pembelajarannya tidak lagi konvensional sehingga dapat membawa perubahan wajah pendidikan Kabupaten Ende kearah yang lebih baik ditengah pandemi covid-19. 


Mensi menegaskan bahwa, standar protokoler kesehatan yang diberlakukan saat festival pun sangat ketat antara lain, semua peserta yang hadir wajib membawa surat swab antigen bahkan, teman-teman dari Kementrian pun melampirkan swab PCR dan di Ende pun kembali dilakukan swab antigen.


Sementara, Yohanes, salah satu peserta calon guru penggerak menyampaikan bahwa, dirinya sangat berterimakasih kepada Kementrian dan pemerintah Kabupaten Ende, dalam hal ini adalah Dinas Pendidikan yang telah menfasilitasi kegiatan lokakarya Guru penggerak, sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar


"Kami sebagai agen perubahan tentunya harus membawa perubahan pada dunia pendidikan maupun dalam masyarakat serta komunitas yang tersebar di Kabupaten Ende. Kami juga harus mampu mengimplementasikan program ini sehingga dapat tercipta profil pelajar Pancasila yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Kegiatan ini pula harus melahirkan jiwa bergotong royong, serta mampu berpikir kreatif, mandiri,  berwawasan dan berkebangsaan, karena kita adalah satu dalam komunitas memimpin pembelajaran untuk menciptakan generasi emas,"terangnya.


Pantauan media, kegiatan itu dihadiri Rifa Jamila Khoirida dari Kementerian Pendidikan dan kebudayaan,  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Matildis Mensi Tiwe, Ketua Dewan Pendidikan, serta beberapa komunitas yang mewakili seperti Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang mewakili, Fren Childfund, Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) dan para calon guru penggerak.