Iklan

 


FEC Media | Verified Writer
31 Jul 2021, 21.05 WIB
ApotekCovid-19News

Imbau Apotek Tak ‘Main - main’ dengan Harga Obat, Kasat Resnarkoba Polres Mabar: Akan Kami Tindak Tegas

Kasat Resnarkoba AKP Simpronius Naro



Labuan Bajo, Floresditorial.com - Kapolres Manggarai Barat (Mabar) AKBP Bambang Hari Wibowo, melalui Kasat Resnarkoba AKP Simpronius Naro mengimbau apotek yang ada di Kabupaten Mabar, khususnya di wilayah Labuan Bajo, agar tak menjual obat do atas Harga Eceran Tertinggi (HET).


Hal ini disampaikan Kasat Naro, saat memantau harga obat di sejumlah apotik di Kabupaten Manggarai Barat khususnya di dalam wilayah Kota Pariwisata Super Premium itu pada, Sabtu (31/07/2021) Siang.


“Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga obat di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) selama masa pandemi Covid-19 dan meminimalisir atau menekan tingkat kejahatan dan atau peredaran gelap Obat–obatan,” katanya.


Menurutnya, pengecekan ini mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan (Kemenkes) RI tentang harga eceran tertinggi obat di masa pandemi Covid-19 dan penerapan Pemberlakuan Pembatas Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Manggarai Barat.


"Rutin kita gelar. Ada pula Anggota Sat Resnarkoba yang siap bergerak jika terima aduan lonjakan harga obat, ini wujud respon kami dalam menjaga stabilnya harga obat eceran bagi masyarakat," ungkap perwira polisi berkacamata yang pernah bertugas di Polsek Lembor ini.


"Kami melaksanakan kegiatan ini menindaklanjuti perintah Kapolri, Kabareskrim, Kapolda NTT dan Kapolres Manggarai Barat serta Surat Keputusan Menkes nomor HK.01.07/MENKES/4826/2021 yang diteken pada 2 Juli 2021 tentang (HET atau harga eceran tertinggi) obat dalam masa pandemi Covid-19," tambahnya 


Berdasarkan data yang diperoleh, harga sejumlah obat masih dalam taraf yang relatif normal. Obat yang kosong di sejumlah apotek yang beroperasi di Kota Labuan Bajo mulai dari Favipiravir 200 MG, Remdesivir 100 MG, Oseltamivir 75 MG, Intravenous Immunoglobulin 5% 50 ml, Intravenous Immunoglobulin 5% 25 ml, Intravenous Immunoglobulin 10% 50 ml, Ivermectin 12 MG, Tocilizumab 400MG/20 ml hingga Tocilizumab 80MG/4 ml.


"Kita telah turun kelapangan untuk memantau langsung. Ada sebanyak 13 apotek di Kota Labuan Bajo yang sudah dicek harga obat di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) secara random," terang perwira polisi berpangkat tiga balok di pundaknya itu


Selain memperhatikan Harga Eceran Tertinggi (HET) dari masing–masing jenis obat, katanya lebih lanjut, petugas kepolisian  juga akan mencari tahu lokasi atau gudang penyimpanan obat–obatan tersebut. 


“Ini harus dilakukan agar tidak terjadi penimbunan obat dimasa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini," paparnya.


Simpronius Naro menambahkan jika ditemukan ada apotek yang menaikan harga obat di luar harga eceran maka pihaknya tidak akan segan menindak. 


"Apotek diimbau Tak Main - Main Dengan Harga Obat, Akan Kami Tindak tegas," tukas mantan Kasat Binmas itu.