SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Kejari Manggarai Gelar Penyuluhan Hukum Pengelolaan Dana BOS

Iklan

 


FEC Media
7 Jul 2021, 19.43 WIB
News

Kejari Manggarai Gelar Penyuluhan Hukum Pengelolaan Dana BOS

  



Kejari Manggarai, menggelar penyuluhan hukum virtual tentang Pengelolaan Dana Bos (Foto: Ist)




Manggarai, Floreseditorial.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai, Ruteng, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar penyuluhan hukum virtual tentang Pengelolaan Dana Bos pada Rabu (7/7), pukul 10.00 wita. 


Penyuluhan ini digelar dengan mengundang seluruh Kepala Sekolah Menengah Pertama se-Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. 


Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai, Bayu Sugiri, saat kegiatan tersebut, mengatakan, kegiatan penyuluhan hukum tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan hukum pada para pengelola keuangan daerah, terutama pengelolaan dana BOS. 

Wakil Bupati Manggarai Heri Ngabut, mengapresiasi langkah yang diambil Kejaksaan Negeri Manggarai. 


“Hal ini perlu dilakukan seiring banyaknya model penyimpangan yang ditemukan yang oleh Jaring Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) disebut sebagai penyimpangan atas petunjuk teknis Dana BOS,” kata Wabup Heri saat diwawancarai awak media.


Menurutnya, beberapa model penyimpangan itu antara lain ada laporan pengadaan barang, tetapi barangnya tidak ada. 


“Ada laporan tentang pengembangan perpustakaan, tetapi perpustakaannya masih buruk dan koleksi buku-bukunya masih lama. Ada laporan perbaikan toilet, tetapi ternyata sanitasinya masih jelek. Ada juga penyimpangan dalam model cashback di mana, setelah sekolah mendapat dana BOS, mereka dikutip atau diminta setor uang terima kasih kepada oknum tertentu,” kata Wabup Hery.


Kondisi itu, katanya lebih lanjut, terjadi karena beberapa sebab, mulai dari kurang terampilnya para pengelola dana BOS, hingga pada godaan untuk memperkaya diri; sesuatu yang jelas sangat bertentangan dengan hukum yang berlaku," tutur Wakil Bupati Heri. 


Karena itulah Wakil Bupati Heri berharap melalui ruang penyuluhan virtual ini, tidak semata perlu diapresiasi, tetapi terutama harus dimanfaatkan sebaik-baiknya agar ditemukan jalan keluar bersama, jalan yang membawa kita ke pemajuan pendidikan di Manggarai.


"Perlu ada upaya bersama, untuk mengawal penggunaan dana BOS demi memajukan dunia pendidikan, serta untuk memastikan pemanfaatannya yang tepat guna dan tepat sasaran," imbuhnya. 


Pantauan media, turut dihadiri oleh Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas; Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, para Kepala Sekolah SMPN se-Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, serta Para Kasi Kejaksaan Negeri Manggarai.