SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Kejari Manggarai Tetapkan Dua Orang Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS SMPN 1 Reok

Iklan

 


Valerius Isnoho
1 Jul 2021, 14.34 WIB
HukrimNews

Kejari Manggarai Tetapkan Dua Orang Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS SMPN 1 Reok

 

Kepala Kejari Manggarai, Bayu Sugiri, saat memberikan keterangan pers kepada awak media (Foto : Valerius Isnoho)

Manggarai,Floreseditorial.com - Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) , menetapkan dua orang tersangka, dalam kasus perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler tahun anggaran 2017, 2018, 2019 dan 2020, di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Reok Kecamatan Reok Kabupaten Manggarai, Kamis (1/07/2021).

Hal tersebut disampaikan Kepala Kejari Manggarai, Bayu Sugiri, menyampaikan, Kejaksaan Negeri Manggarai, bersama Tim Penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Manggarai di Reo.


"HN, selaku kepala sekolah SMPN 1 Reok, ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat Perintah penyidikan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Manggarai di Reo Nomor Print-07/N.3.17.8/Fd.1/04/2021 tanggal 19 April 2021 Jo. Penetapan Tersangka Nomor: B-134/N.3.17.8/Fd.1/06/2021 tanggal 25 Juni 2021. Dan, MA, selaku bendahara BOS. MA, ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat perintah penyidikan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Manggarai di Reo Nomor Print-38/N.3.17.8/Fd.1/06/2021 tanggal 25 Juni 2021 Jo. Penetapan Tersangka nomor: B-135/N.3.17.8/ Fd.1/06/2021 tanggal 25 Juni 2021," ungkap Bayu.


Ia juga menyampaikan, penetapan HN, selaku Kepala Sekolah SMP Negeri I Reok, sekaligus penanggung jawab dan pengguna dana BOS, dan MA, selaku bendahara BOS pada SMP Negeri I Reok, setelah penyidik berhasil mengumpulkan bukti berupa :

1. 43 orang saksi, yang terdiri para guru dan pegawai SMP Negeri I, Tim manajemen Bos Kabupaten

Manggarai Dinas PPO Kabupaten Manggarai, dan para rekanan penyedia barang/jasa.

2. satu orang ahli dari Inspektorat Daerah Kabupaten Manggarai.

3. Surat berupa laporan perhitungan kerugian keuangan negara dugaan tindak pidana Korupsi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2017, 2018, 2019 dan 2020 pada Sekolah Menengah Pertama Negeri I Reok, Kabupaten Manggarai

4. Dokumen-dokumen SPJ Pengelolaan BOS SMP Negeri I Reok, tahun anggaran 2017, 2018, 2019, dan 2020.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Cabang Reo, Salesius Guntur, menyampaikan, modus operasi yang dilakukan oleh para tersangka dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler pada

SMP Negeri I Reok Tahun Anggaran 2017, 2018, 2019, dan 2020 adalah

1.Melaksanakan Kegiatan Fiktif, uangnya dibagikan-bagikan kepada para guru dan pegawai

2.Mark Up Kegiatan

3.Melaksanakan Kegiatan yang tidak dilengkapi dengan bukti pertanggungjawaban yang lengkap dan memadai.

4. Kelebihan pembayaran honor kepada para guru dan pegawai.

"Kerugian keuangan negara yang timbul akibat perbuatan tersangka HN, dan tersangka MA, dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler tahun anggaran 2017, 2018, 2019, dan tahun 2020 pada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP-N) I Reok, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, adalah sebesar Rp.839.401.569,00 (delapan ratus tiga puluh sembilan juta empat ratus satu ribu Lima ratus enam puluh sembilan rupiah)," terangnya.


Berdasarkan Laporan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara dari Inspektorat Daerah Kabupaten Manggarai, dalam kasus tersebut menimbulkan kerugian negara sebesar Rp.839.401.569,00 (delapan ratus tiga puluh sembilan juta empat ratus satu ribu Lima ratus enam puluh sembilan rupiah).