Iklan

 


FEC Media
26 Jul 2021, 09.31 WIB
News

Nakes di Manggarai Keluhkan Insentif yang Tak Kunjung Cair, Sekda: Terus Terang Saya Marah Betul Dengan Dinkes

Sekda Manggarai, Jahang Fansi Aldus (Foto : FEC Media)


Manggarai, Floreseditorial.com - Sebagian besar Tenaga Kesehatan (Nakes) Covid-19 di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, mengeluhkan insentif yang belum mereka terima dari Januari 2021 hingga Juli 2021. 


Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manggarai, Drs. Jahang Fansi Aldus, mengatakan, anggaran untuk Nakes bersumber dari Dinkes (Dinas Kesehatan), dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dr. Ben Mboi.



“Sampai dengan saat ini, memang masih belum terbayarkan, dan saya sudah panggil Direktur RSUD dan Kepala Dinas Kesehatan, untuk memberikan penjelasan kepada kami tentang hal ini,”ungkapnya, melalui sambungan telp, Sabtu, 26 Juli 2021.



Dari hasil pertemuan tersebut, pihaknya menemukan berbagai masalah yang harus dibereskan terlebih dahulu, terutama terkait data.


Nakes di Manggarai saat ini, tersebar di setiap Puskesmas yang ada di daerah, sehingga masih ada data-data yang belum dikirim dari Puskesmas, ke Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai.


Sekda Jahang Fansi Aldus juga mengaku telah meminta Dinas Kesehatan, untuk segera mengambil data-data Nakes di setiap Puskesmas yang ada di Kabupaten Manggarai. 


“Terus terang, kami marah betul dengan Dinas Kesehatan. Saya marah betul, kenapa? Karena dana sudah ada, kok cair susah? Ternyata data-data itu memang masih ada di Puskesmas,”tegasnya.


Ia meminta para Nakes untuk bersabar, karena insentif tersebut, segera cair dalam waktu dekat.



Fansy berharap, dana insentif untuk nakes tersebut, bisa dicairkan pada bulan Agustus mendatang.


“Kita harapkan sebelum 17 Agustus kita harus selesai untuk seluruh Nakes. Ini keluhan dari seluruh Nakes yang ada di Kabupaten Manggarai,"terangnya.


Fansy mengaku, belum tahu persis berapa jumlah Nakes di Kabupaten Manggarai, tetapi anggaran yang dialokasikan berjumlah miliaran rupiah.


“Saya tidak tau persis angkanya, namun soal anggaran, kita alokasikan Rp4,5 Miliar di Dinas Kesehatan. Sedangkan di Rumah Sakit Umum Daerah juga kurang lebih seperti itu,” tutupnya.