SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Pasien Kritis Diantar ke Puskesmas Borong, NeKes Tutup Pintu UGD Lalu Pergi

Iklan

 


FEC Media
17 Jul 2021, 20.16 WIB
Headline

Pasien Kritis Diantar ke Puskesmas Borong, NeKes Tutup Pintu UGD Lalu Pergi

Pukesmas Borong. (Net)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Daeng Mateko, warga Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) harus meninggal dunia, lantaran nyawanya tidak terselamatkan meski sempat diantar pihak keluarga ke Puskesmas Borong.


Namun naas, bukannya menolong, para Tenaga Kesehatan (Nakes) yang ada di Puskesmas Borong Justru Menutup Pintu UGD Puskesmas dan pergi lewat pintu Belakang.


Arifin Daeng, Adik Kandung Korban, kepada Floreseditorial.com menjelaskan, kakaknya mengalami kecelakaan kerja karena tersengat arus listrik pada Sabtu (17/7/2021).


“Saya dan beberapa anggota keluarga lalu mengantar kakak saya ke Puskesmas Borong, agar segera mendapatkan pertolongan,” kata Arifin saat diwawancarai floreseditorial.com.


Namun, kata Arifin lebih lanjut, tiba di UGD Puskesmas, para tenaga medis justru menutup Pintu UGD dengan dalih sedang ada Pasein Covid-19 yang dirawat.


“Kami lalu meminta agar mereka merekomendasikan ruangan lain agar kakak bisa segera dirawat, namun bukannya merekomendasikan ruangan lain, petugas malah pergi lewat pintu belakang tak tau kemana, sementara keadaan kakak saya sudah semakin kritis,” katanya.


Karena tak kunjung dibukan pintu, katanya lebih lanjut, pihaknya berupaya menghubungi pihak kepolisian.


“Saat Polisi datang baru mereka mau buka pintu, namun kakak saya sudah meninggal dunia,” ungkap Arifin sedih.


Menurutnya, hidup dan mati seseorang memang merupakan hak pencipta.


“Namun, kematian kakak saya benar - benar karena kelalaian petugas Puksemas Borong, baru di Borong yang Nakesnya tutup pintu saat ada Pasien yang datang,” kata Arifin kecewa.


Dirinya mengakui sempat terjadi keributan di Puskesmas Borong.


“Semua pasti Marah, siapapun akan marah, bila diperlakukan seperti ini,” jelasnya.


Sementara Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, Surip Tintin, kepada Floreseditorial.com menjelaskan, saat keluarga Pasein tiba, pihak Nakes Puskesmas Borong pergi untuk mengenakan pakayan Hazmat.


“Saat keluarga Pasein datang,saat bersamaan sedang ada Pasein Lain yang terkonfirmasi Covid-19, sehingga di Pintu UGD itu ada tulisan pelayanan UGD ditutup sementara,” katanya.


Menurut, Surip Tintin, Jika protap tersebut dilanggar dan pasien baru beserta rombongan keluarga memaksa masuk UGD maka pasti akan terjadi penularan segera kepada rombongan keluarga Pasein.


“Itu sesuai protap penanganan Pasein dimasa pandemi, mereka bukan Lari, tapi bergegas mengenakan pakayan APD  agar bisa segera melayani Pasien, mereka tidak lari” kata Surip Tintin.