SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Pasien Lakalantas Divonis Covid-19, Ayah Korban Mengamuk di Puskesmas Borong

Iklan

 


FEC Media
13 Jul 2021, 21.24 WIB
Covid-19HeadlineLakalantas

Pasien Lakalantas Divonis Covid-19, Ayah Korban Mengamuk di Puskesmas Borong

Ilustrasi. (Net)

Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Tak terima anaknya disebut terjangkit Covid-19, Ahmad, ayah seorang korban kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di Jalur Lintas Flores, mengamuk di Puskesmas Borong, Senin (12/7/2021).


Ahmad tak terima anaknya divonis Covid-19 oleh petugas Puskesmas, padahal anaknya hanyalah korban kecelakaan lalu lintas yang sedang membutuhkan pertolongan medis karena mengalami luka di beberapa bagian tubuh.


Menurutnya, usai kecelakaan yang menimpa anaknya pada Senin (12/7/2021) pagi, beberapa orang melakukan pertolongan dengan membawa anaknya ke Puskesmas Borong.


“Usai mendapat perawatan, beberapa petugas menyebut anak saya positif Covid-19. Masa tiba-tiba mereka (petugas medis,red) sebut anak saya Covid, padahal anak saya diantar ke Rumah sakit karena kecelakaan,” katanya. 


“Lah.. ini luka karena kecelakaan, tiba-tiba hasilnya Covid-19,” ucapnya.


Terpisah, Sekretaris Dinas kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, Pranata Kristiani Agas, menjelaskan, Protap pelayanan medis di tengah masa pandemi mengharuskan setiap pasien yang masuk ke IGD akan dilakukan Rapid Test.


“Hal ini demi menghindari terpaparnya petugas medis dari bahaya Covid-19. Misalnya Pasein tersebut tanpa gejala, dan dilayani oleh petugas medis tanpa menggunakan APD standar, bisa - bisa petugas medis juga terjangkit.  Makanya setiap pasien yang masuk ke UGD akan dilakukan Rapid Test,” kata Ani, Selasa (13/7/2021).


Menurut Ani, berdasarkan hasil Rapid test yang dilakukan petugas Medis, Pasien tersebut memang terkonfirmasi Positif Covid-19.


Anipun membantah bahwa  petugas Puskemas Borong sengaja mengcovidkan pasien.


“Ini bukan masalah dicovidkan atau tidak, karena alat yang kita gunakan punya sensitivitas dan spesifikasi yang sangat tinggi,  dan di tengah masa pandemi seperti saat ini, berlaku undang - undang karantina kesehatan di sektor manapun, jadi tidak ada istilah dicovidkan,” tukasnya.